JCCNetwork.id – Kenaikan suku bunga dan perlambatan ekonomi secara global yang tengah terjadi, diprediksi bakal memantik peningkatan angka pengangguran di Australia. Demikian kata Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers.
“Sejalan dengan perkiraan bank sentral dan Departemen Keuangan di mana inflasi pada bulan-bulan mendatang berada di level moderat, maka pengangguran dinilai akan meningkat,” ujar Chalmers dikutip Minggu (16/7/2023).
Meskipun tingkat inflasi masih tinggi, tingkat pengangguran pada bulan Mei telah turun menjadi 3,6 persen, walaupun para analis memperkirakan angka tersebut akan tetap berada pada 3,7 persen.
Reserve Bank of Australia (RBA), bank sentral negara tersebut, menyatakan bahwa tingkat pengangguran perlu ditingkatkan hingga mencapai 4,5 persen – angka yang masih jauh di bawah level sebelum terjadinya pandemi – guna mengembalikan keseimbangan perekonomian.
“Ketika ekonomi melambat akibat peningkatan suku bunga dan ketidakpastian perekonomian global,” kata Chalmers.
RBA telah mempertahankan suku bunga tunai (cash rate) pada level 4,10 persen – yang merupakan angka tertinggi dalam 11 tahun terakhir – setelah melakukan peningkatan suku bunga sebesar 400 basis poin sejak Mei tahun lalu. Bank sentral tersebut juga memperingatkan bahwa tindakan pengencangan lebih lanjut mungkin perlu dilakukan.



