JCCNetwork.id- Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur diguncang oleh situasi yang mencekam akibat ancaman rabies. Kini, korban tewas akibat gigitan anjing rabies terus bertambah, menciptakan kengerian yang semakin meluas.
“Jumlah korban meninggal akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan bertambah satu orang yang meninggal pada Rabu (28/6),” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan kasus rabies di TTS, Ady Tallo, Kamis (29/6/2023) dikutip.
Korban yang meninggal akibat gigitan anjing rabies adalah MT, yang digigit oleh seekor anjing pada bulan April 2023 di bagian punggung dan paha kanan. Beberapa hari yang lalu, kondisinya memburuk dengan cepat sehingga harus segera dilarikan ke RSUD Soe.
“Korban meninggal dunia sebelumnya ada empat orang terdiri dari tiga anak kecil dan satu orang dewasa, setelah tambahan satu lagi korban meninggal maka yang meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies mencapai lima orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa jumlah kasus gigitan anjing di Kabupaten TTS mencapai 594 orang yang tersebar di 29 kecamatan dan 151 desa. Daerah ini telah ditetapkan sebagai daerah KLB rabies.
Dari 594 korban gigitan tersebut, terdapat satu bayi, 95 balita, 201 anak sekolah, 238 orang dewasa, dan 59 orang lanjut usia.
“Sesuai gejala klinis terdapat enam orang menunjukkan gejala khas rabies, 84 orang gejala bukan rabies dan yang belum ada gejala berjumlah 504 orang,” tutupnya.



