Kisah Tragis Tokoh Populer Terjebak Kutukan, Imbasnya Sampai 7 Generasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kisah tragis tokoh populer terjebak dalam kutukan dan kehancuran tujuh generasi penerusnya. Ini adalah tentang Ken Arok. Ia adalah sosok yang tak terelakkan dalam sejarah Nusantara, mengukir namanya sebagai pendiri Kerajaan Singasari yang berdiri di Jawa Timur.

Dalam kisah epik yang tercatat dalam Kitab Pararaton, kehidupan Ken Arok diulaskan dengan penuh misteri dan kepahlawanan. Bagaimana sang Raja Singasari tersebut berjuang mendapatkan legitimasi kekuasaannya agar dihormati oleh rakyatnya.

- Advertisement -

Ken Arok Dari Pencuri hingga Prajurit Pemberani

Ken Arok, memulai kehidupannya sebagai anak dari pejabat ternama di masa Kerajaan Kediri, Gajah Para, dan istrinya, Ken Ndok. Namun, saat Ken Arok lahir, sang ayah telah meninggal dunia, dan ibunya, Ken Ndok, terpaksa meninggalkannya. Nasib mempertemukan Ken Arok dengan seorang pencuri bernama Lembong, yang kemudian mengasuhnya.

Tumbuh di bawah pengasuhan seorang kriminal, Ken Arok terjerumus ke dalam kehidupan penjudi dan dikenal sebagai seorang perampok di wilayah Kediri.

- Advertisement -

Namun, takdirnya berubah ketika ia bertemu dengan Longhawe, seorang brahmana asal India yang sedang mencari titisan Dewa Wisnu di tanah Jawa.

Longhawe yakin bahwa Ken Arok adalah titisan yang lama dicarinya. Dengan dorongan dan bimbingan Longhawe, Ken Arok meninggalkan kehidupan kriminalnya dan memilih jalan menjadi prajurit yang berani di Tumapel.

Cinta Terlarang dan Ambisi Gelap Ken Arok

Di tengah perjalanan hidupnya, Ken Arok bertemu dengan Tunggul Ametung, seorang akuwu atau camat di Tumapel. Namun, takdir mempertemukannya dengan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung yang saat itu tengah hamil. Ken Arok pun terpesona oleh kecantikan Ken Dedes dan jatuh hati padanya.

Niat jahat mulai menyelimuti pikiran Ken Arok untuk merebut Ken Dedes. Dengan kejam, ia membunuh Tunggul Ametung menggunakan keris maut hasil karya Mpu Gandring.

Pada akhirnya, Ken Arok berhasil memperistri Ken Dedes dan merebut kekuasaan Tumapel pada tahun 1222 M. Dari pernikahan mereka, lahir tiga putra, Panji Tohjaya, Panji Sudhatu, Twan Wregola, serta seorang putri bernama Dewi Rambi.

Sementara itu, anak yang dikandung Ken Dedes dari Tunggul Ametung diberi nama Anusapati.

Kutukan Mematikan dan Kehancuran Raja-raja Singasari

Sebelumnya, Ken Arok merencanakan pembunuhan Tunggul Ametung dengan memesan senjata ampuh dari Mpu Gandring. Namun, proses pembuatannya memakan waktu yang lama.

Tak sabar menunggu, Ken Arok akhirnya merebut senjata tersebut dan membunuh Mpu Gandring dengan keris itu sendiri. Menjelang ajalnya, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa keris tersebut akan menjadi penyebab kematiannya dan meminta tujuh nyawa selanjutnya.

Setelah menjadi penguasa Tumapel, Ken Arok memisahkan diri dari Kerajaan Kediri dan mendirikan kerajaan baru yang diberi nama Singasari. Ia menobatkan dirinya sebagai raja pertama dengan gelar Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi. Namun, kutukan Mpu Gandring akhirnya menjadi kenyataan.

Kisah tragis dimulai dengan kematian Ken Arok oleh tangan Anusapati, anak Tunggul Ametung, menggunakan keris Mpu Gandring. Kemudian Anusapati sendiri dibunuh oleh Tohjaya. Balas dendam tak berakhir, Tohjaya kemudian dibunuh oleh Ranggawuni, anak Anusapati.

Kisruh berlanjut hingga Ranggawuni meninggal dunia, dan akhirnya putra Ranggawuni, Joko Dolog yang bergelar Kertanegara, menjadi raja Singasari terakhir sebelum kerajaan itu dihancurkan oleh Jayakatwang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kronologi Kecelakaan Helikopter di Kalbar, 8 Orang Tewas Termasuk Pilot dan Penumpang

JCCNetwork.id-Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi jatuhnya helikopter tipe Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Sebelum dinyatakan hilang kontak, helikopter...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER