Tantangan Bonus Demografi, Jokowi Khawatir S2 Hanya Jadi Tukang Sapu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Kemajuan zaman dan transformasi teknologi serta tantangan bonus demografi menjadi harapan sekaligus tantangan bagi umat manusia.

Selain itu, jumlah penduduk dan transformasi dunia kerja menjadi sorotan tajam pemimpin-pemimpin negara di dunia saat ini.

- Advertisement -

Di Indonesia sendiri, Presiden Jokowi mewanti-wanti pada tahun 2030 Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi.

Dimana 68,3 juta total penduduk Indonesia berusia produktif dan hal ini terjadi hanya sekali dalam sebuah peradaban negara. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam Peluncuran Indonesia Emas 2045, di Teather Jakarta, Kamis (15/6).

“Bonus demografi itu hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara. Ini bisa menjadi peluang tapi ini juga bisa menjadi sebuah bencana kalau kita tidak bisa mengelolanya,” kata Jokowi.

- Advertisement -

Bahkan, saat membaca berita negara lain, kata Jokowi, sangking sulitnya mencari pekerjaan, lulusan S2 yang harusnya menjadi guru saat ini hanya menjadi tukang sapu.

“Di sebuah negara di Afrika tahun 2015 juga dapat bonus demografi tapi dalam 7 tahun justru yang terjadi pengangguran melonjak jadi 33,6%. Saya tidak usah sebut negaranya mana tapi saya yakin bapak ibu saudara-saudara tahu,” jelasnya.

“Dan kita tidak ingin terjadi seperti itu. Oleh sebab itu kita harus kerja keras memanfaatkan peluang (bonus demografi) ini,” pungkasnya.

TONTON VIDEONYA

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Di Tengah Gejolak Global, Pasbata Optimistis Prabowo-Gibran Mampu Selamatkan Ekonomi Indonesia

JCCNetwork.id- Sekretaris Jenderal Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo, Budiyanto Hadinegoro, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER