JCCNetwork.id- Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap rencana Korea Utara mengirimkan lebih banyak senjata kepada Rusia.
Kekhawatiran ini muncul setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, berjanji untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan Moskow.
Kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Kim menyampaikan janji ini dalam sebuah pesan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam rangka peringatan Hari Nasional Rusia.
“Kami khawatir DPRK berencana mengirimkan lebih banyak peralatan militer ke Rusia,” kata juru bicara itu dikutip. Adapun DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara.
Korea Utara semakin mendekatkan diri dengan Kremlin dan mendukung Moskow setelah terlibat dalam serangan terhadap Ukraina tahun lalu. Korut menyalahkan “kebijakan hegemoni” dan “kesewenang-wenangan” Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Pada bulan Maret, AS mendapat informasi Rusia sedang aktif mencoba memperoleh senjata tambahan dari Korea Utara sebagai imbalan atas bantuan pangan. Langkah ini memicu kekhawatiran internasional terkait penyebaran senjata dan peralatan militer di kawasan tersebut.
Selanjutnya, pada bulan yang sama, Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap seorang pria Slovokia yang diduga berusaha mengatur penjualan lebih dari dua puluh jenis senjata dan amunisi dari Korea Utara ke Rusia.
Tujuan dari transaksi tersebut adalah membantu Moskow mengganti peralatan militer yang hilang dalam konflik dengan Ukraina. Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan Korea Utara, serta kekhawatiran atas peran Rusia dalam hal ini.
























