Diet rendah protein diperlukan untuk mengurangi ekskresi zat sisa, tetapi tetap harus menyediakan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan ginjal yang rusak, serta untuk keperluan tubuh lainnya seperti pembentukan hormon, enzim, dan antibodi. Oleh karena itu, diet rendah protein sebaiknya tidak memberikan asupan protein kurang dari 20 gram per hari.
Berikut adalah beberapa prinsip dan langkah-langkah dalam menjalankan diet untuk penderita gagal ginjal akut:
– Mencegah atau mengurangi frekuensi dialisis dengan menjalankan diet yang tepat.
– Memenuhi kebutuhan energi: Pastikan asupan energi cukup untuk menjaga agar protein tidak digunakan sebagai sumber energi. Kebutuhan kalori direkomendasikan sekitar 30-40 kalori per kilogram berat badan per hari, dengan penambahan asupan jika terdapat demam atau infeksi.
– Membatasi asupan protein sekitar 0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Bagi penderita gagal ginjal akut yang masih dalam masa pertumbuhan atau menderita penyakit lain yang membutuhkan diet khusus, seperti infeksi kronis, asupan protein sebanyak 0,8 gram per kilogram berat badan per hari diberikan. Protein dengan nilai biologis tinggi, seperti daging, ikan, dan susu (lihat Tabel 3-1), harus menjadi 80% dari total asupan protein dari makanan.
– Membatasi asupan kalium hingga kurang dari 3 gram per hari (lihat Tabel 3-15). Namun, pembatasan asupan kalium dari makanan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kadar kalium dalam darah. Jika pasien sedang mendapatkan diuretik, kadar kalium dalam darahnya dapat tetap normal.
Dalam beberapa kasus, pembatasan kalium mungkin diperlukan, tetapi dengan terapi diuretik yang agresif, kadar kalium dapat dikendalikan tanpa harus membatasi asupan kalium dari makanan.
– Membatasi asupan garam (NaCl) hingga 2-3 gram per hari (lihat Tabel 3-14).
– Tidak ada kontraindikasi khusus dalam diet ini, namun lebih baik mengutamakan minyak tidak jenuh daripada lemak jenuh. Asam lemak omega-3 dan vitamin E (tokoferol) yang terdapat dalam minyak tidak jenuh ganda dapat membantu memperbaiki kondisi pembuluh darah dan aliran darah ke ginjal.
– Mengonsumsi daging dalam porsi kecil (tidak lebih dari 2 porsi sehari). Porsi daging sekitar 25 gram atau seukuran seperempat telapak tangan jika dipotong tipis. Jika ingin memberikan kesan porsi yang lebih besar, daging tersebut dapat diberikan satu kali sehari dengan potongan dua kali lebih besar.
– Menghindari makanan yang mengandung zat aditif seperti pewarna, pengawet, dan penyedap rasa. Jenis makanan instan atau kalengan biasanya mengandung zat aditif ini, misalnya sosis, ham, makanan kaleng, sirup, saus tomat, atau kecap.
– Menghindari makanan yang kaya natrium, seperti garam, makanan asin, kecap asin, taoco/taosi, asinan buah, sayuran asin, dan sejenisnya (lihat Tabel 3-14).
– Membatasi konsumsi susu hingga setengah gelas per hari (1 atau 2 sendok makan susu bubuk per hari). Jika diperlukan, dapat diberikan susu khusus yang disesuaikan untuk penderita gagal ginjal, seperti Nephrisol.
Penderita gagal ginjal akut mungkin memerlukan konsultasi dengan ahli gizi untuk penjelasan lebih rinci mengenai semua pembatasan ini. Konsultasi gizi diperlukan tergantung pada respon pasien terhadap terapi dan adanya risiko gagal ginjal yang berulang di masa depan. (melansir dari berbagai sumber)



