Gempa ini terjadi ketika lempeng tektonik samudra terkunci dan tidak dapat bergerak lebih jauh ke bawah. Tekanan yang terus meningkat akibat pergerakan lempeng benua yang mendorong lempeng samudra ke bawah akhirnya melepaskan energi dengan cara terjadi gempa megathrust.
Gempa megathrust memiliki karakteristik yang khas, yaitu memiliki magnitudo yang besar dan mampu menghasilkan gelombang tsunami.
Sejarah mencatat beberapa gempa megathrust yang terkenal, seperti Gempa Bumi Tohoku 2011 di Jepang dan Gempa Bumi Sumatera-Andaman 2004 di Indonesia.
Gempa ini merupakan jenis gempa yang paling kuat dan berpotensi menyebabkan kerusakan yang luas serta korban jiwa yang besar.
Oleh karena itu, pemahaman dan mitigasi risiko terkait gempa megathrust sangat penting untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi.



