JCCNetwork.id – Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia agar menolak politisasi identitas dan agama saat menyambut Pemilu 2024 mendatang.
Pasalnya, Pemilu 2024 harus disambut dengan penuh suka cita dan kedewasaan serta kebijaksanaan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato di momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 di Monas Jakarta.
“Saudara-saudara sebangsa, se-Tanah Air. Toleransi, persatuan, dan gotong royong adalah kunci membangun bangsa yang kokoh,” kata Jokowi dalam pidatonya yang dikutip JCCNetwork.id, Jumat (2/6).
“Oleh sebab itu, saya mengajak kita semuanya untuk menolak ekstremisme, menolak politisasi identitas, menolak politisasi agama,” tambahnya.
Selain itu, kepala negara juga mengingatkan seluruh rakyat indonesia agar tidak melupakan nilai-nilai moral Pancasila dalam menyambut Pemilu 2024 mendatang.
“Mari kita menyambut pesta demokrasi Pemilu 2024 dengan kedewasan, dengan suka cita, dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Memperjuangkan Indonesia yang adil, yang sejahtera, serta berwibawa di kancah Indonesia,” ajaknya.
“Selamat Hari Lahir Pancasila, salam Pancasila, merdeka!” sorak Jokowi penuh semangat.
Sebelumnya, Jokowi juga mewanti-wanti kepala daerah seluruh Indonesia soal stabilitas nasional jelang Pemilu 2024. Ia meminta kepala daerah agar tetap menjaga kondusifitas dan situasi tetap terjaga di Pemilu 2024 nantinya.
“Yang terakhir, waduh lupa lagi, masalah stabilitas politik dan keamanan menuju pada Pemilu 2024. Saya minta betul-betul Saudara-saudara bisa menjaga situasi kondusif,” kata Jokowi.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga meminta setiap kepala daerah agar tetap menjaga masyarakat tidak menjadi korban politik, terutama politik identitas, yang kerap terjadi saat pemilu.
“Menjaga agar masyarakat kita tidak menjadi korban politik. Namanya politik identitas,” pungkasnya.


















