JCCNetwork.id– Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo seharusnya sudah menerbitkan surat perintah tentang netralitas Polri pada Pilpres 2024. Hal itu penting agar tidak ada anggota polisi yang bermain politik atau mendukung calon tertentu. Dimikian kata Peneliti ASA Indonesia Institute, Reza Indragiri Amriel.
“Kapolri seharusnya sudah mengeluarkan perintah tentang netralitas Polri pada Pilpres 2024 untuk meyakinkan publik bahwa Polri tidak akan bersekongkol dengan kubu politik mana pun,” kata Reza, dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/6/2023).
Reza lantas menelisik ada upaya campur tangan politik, soal penggerebekan Ditreskrimum Polda Riau terhadap Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman yang sedang bersama seorang wanita di hotel beberapa waktu lalu.
“Polisi seharusnya memahami bagaimana operasi rutin dan operasi hunting oleh polisi? Bukan operasi politik dalam kemasan penegakan hukum?” cetus Reza.
Reza juga mempertanyakan langkah polisi akan membawa kasus tersebut ke persoalan hukum mana? Pasalnya dalam persoalan ini yakni terkait perzinaan, penegakkan hukumnya meski berlandaskan pada delik aduan.
Jangan sampai langkah kepolisian tersebut hanya sekadar membuka aib sang politikus tersebut..
“Tapi lumayanlah. Polisi sudah bantu masyarakat mengenal pemimpinnya lebih baik lagi,” tutupnya.


















