Genesis Bengkulu Beber Potensi Konflik Dibalik Rencana Tambang Inmas Abadi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Genesis Bengkulu sebut rencana PT. Inmas Abadi melakukan aktivitas penambangan bakal semakin menyusahkan rakyat dan populasi gajah. Adapun aktivitas rencana penambangan batu bara itu di wilayah Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Kehadiran PT. Inmas Abadi juga bakal memperburuk kondisi ekologis Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Bentang Alam Seblat.

“Aktivitas ini juga akan merusak upaya Forum Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Bentang Alam Seblat dalam menyelamatkan populasi gajah Sumatera tersisa,” kata Direktur Genesis Bengkulu Egi Saputra, dikutip Antara, Senin (15/5/2023).

- Advertisement -

Izin PT. Inmas Abadi, lanjut Egi, mayoritas berada di dalam kawasan hutan, dan aktivitasnya membutuhkan wilayah yang luas, sehingga ada kemungkinan mereka menambang di dalam kawasan hutan. Sehingga pemberian izin kepada PT Inmas Abadi bertentangan dengan program pemerintah Indonesia Folu Net Sink 2030 untuk mengurangi angka deforestasi dan menekan emisi karbon.

Tambang Inmas Abadi Potensi Lahirkan Konflik

Egi menambahkan PT Inmas Abadi mengantongi izin seluas 4.051 hektar bertumpang tindih dengan KEE Bentang Alam Seblat.  Padahal sudah ada penetapan Gubernur Bengkulu melalui SK Nomor S.497.DLHK 2017. Kawasan KEE Bentang Alam Seblat. Di sana sudah menjadi habitat terakhir bagi satwa Gajah Sumatera yang terancam punah.

Lebih lanjut, 79 persen konsesi perusahaan berada di dalam kawasan hutan TWA Seblat seluas 735 hektar. HPT Lebong Kandis seluas 1.915 hektar dan HPK Seblat seluas 540 hektar. Selain itu, konsesinya juga mencakup Sungai Seblat seluas 63,35 hektar.

- Advertisement -

Konsesi perushaan itu juga mencakup pemukiman masyarakat Dusun Air Kuro seluas sekitar 18 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 756 jiwa. Kehadiran aktivitas perusahaan itu berpotensi melahirkan konflik sosial dan merusak kualitas lingkungan.

Egi juga mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan dapat mencemari Sungai Seblat. Pasalnya di sana menjadi sumber pengairan bagi 279 hektar area persawahan warga Desa Karyamedan, Karyabaru, Sukanegara, dan Talangarah Kabupaten Bengkulu Utara.

Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan gagal panen dan merusak areal persawahan. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Pondokbakil Kabupaten Bengkulu Utara. Situasi ini akan semakin mengurangi jumlah lumbung.

“Kondisi ini menambah beban masyarakat Dusun Air Kuro yang selama ini sedang memperjuangkan enklave dari kawasan hutan,” tutup Egi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polda Metro Gagalkan Peredaran Tembakau Sintetis

JCCNetwork.id— Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER