JCNetwork.id – Icon tulisan Kota Bekasi di depan Hutan Kota Patriot Jalan Ahmad Yani dicoret-coret. Pelaku aksi vandalis itu belum diketahui hingga saat ini.
Dari pantauan pandangan mata, ikon Kota Bekasi dicoret dengan berbagai tulisan secara sembarang. Ada juga tulisan grafiti dengan spidol warna hitam.
“Terpoet 204 vs Everybody. Lampung 16-04-2023,” demikian tulisan aksi vandalis dilihat cukup jelas.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertamanan Wilayah II, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Lia Lestari, merespon aksi vandalisme tersebut.
“Memang sangat disayangkan. Kita sudah berusaha percantik Kota Bekasi. Tetapi masih ada aja masyarakat yang belum merasa memiliki dan berusaha menjaga,” keluh Lia dilansir dari Infobekasi.co.id, Jumat (12/05/2023).
Adanya peristiwa ini, pihak DBMSDA Kota Bekasi bakal kerjasama dengan Satpol PP menjaga ikon yang ada di kota Bekasi
“Untuk menjaga ketertiban, kami akan bersinergi dengan Satpol-PP untuk melakukan proses pengawasan dan pemantauan,” janji Lia.

Sekedar informasi, icon bertuliskan Kota Bekasi yang berwarna putih polos itu berada di pusat jantung pemerintahan Pemkot Bekasi, tepatnya di samping kantor Walikota Bekasi yang hanya berjarak selemparan batu dan terlihat jelas dari atas gedung Pemkot Bekasi.
Ironisnya, icon tersebut bisa dicoret-coret sembarang orang Padahal, tulisan Kota Bekasi itu menjadi salah satu spot (view) bagi masyarakat yang bertandang saat Car Free Day (CFD), maupun mereka yang berlibur akhir pekan di taman kota Bekasi.
Jika aksi vandalisme dibiarkan, maka marwah Pemerintah Kota Bekasi bakal dipandang sebelah mata oleh masyarakat luas. Akibat tidak becus mengurus dan merawat icon yang ada di Kota Bekasi tersebut.
Pihak DBMSDA Kota Bekasi malah mengalihkan persoalan ini ke pengembang kawasan tersebut, yakni Summarecon Bekasi (SMB), lantaran icon itu kabarnya hasil karya dari pengembang SMB. Lantas, siapa yang bertanggung jawab?
Den/Drs.



