Pada tahun 1955, ia memimpin Pemberontakan Montgomery yang memulai kampanye anti-segregasi di Montgomery, Alabama, yang berlangsung selama 381 hari. Pemberontakan ini membantu memimpin jalan bagi Undang-Undang Hak Sipil Amerika tahun 1964 dan Undang-Undang Perlembagaan tahun 1965 yang melindungi hak-hak sipil dan politik warna-warni.
Selain itu, dia juga merupakan anggota pendiri dan presiden pertama Konferensi Pembela Hak Sipil (SCLC). Pada tahun 1963, dia memimpin marah besar di Washington D.C. yang dikenal sebagai Marah Besar di Washington. Pada tahun 1964, dia menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk usahanya dalam menyebarkan perdamaian dan hak-hak sipil.
Pada tahun 1968, dia dibunuh oleh James Earl Ray di Memphis, Tennessee. Kematiannya ditangi warga dunia dan dihormati di seluruh dunia sebagai simbol keadilan sosial dan hak sipil. Dia juga dihormati di Amerika Serikat dengan memberikan hari libur bertepatan dengan hari lahirnya. Dia juga dihargai dengan memiliki sebuah bandara di Atlanta, Georgia yang diberi nama Bandara Internasional Martin Luther King, Jr.
























