Puluhan Ribu Buruh KSPN Nusantara Geruduk Istana Negara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNEtwork.id- Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) sebagai salah satu Konfederasi Serikat Pekerja besar di Indonesia turun ke jalan pada hari ini tanggal 1 Mei 2023 untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau biasa disebut dengan May Day.

“Massa anggota KSPN yang berada di Jawa difokuskan di depan Istana Merdeka Jakarta, sementara anggota KSPN yang diluar Jawa juga turun kejalan di beberapa provinsi seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara yang dilakukan dipusat pemerintahan provinsi setempat,” kata Presiden KSPN, Ristadi dalam keterangannya, Senin (1/5/2024).

- Advertisement -

Dalam aksi May Day 2023 KSPN Nusantara menyuarakan beberapa isu yang menjadi tuntutan para buruh saat ini, di antaranya sebagai berikut:

1. KSPN Nusantara menolak terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, dan menuntut untuk dicabut karena dianggap tidak berpihak pada pekerja di Indonesia.

2. KSPN Nusantara menuntut adanya perbaikan sistem pengupahan yang dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi buruh di Indonesia, serta adanya penegakkan hukum ketenagakerjaan yang menjamin perlindungan bagi buruh di Indonesia.

- Advertisement -

3. Stop importasi barang tekstil dan produk tekstil yang mengakibatkan puluhan ribu pekerja sektor ini ter PHK dan mengancam terjadi PHK lanjutan terhadap jutaan pekerja disektor TPT. Selanjutnya cabut Permenaker 5/2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan Pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global.

4. Audit kepatuhan hukum sluruh perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Maraknya kasus kecelakaan kerja, pelanggaran aturan kerja, pemberangusan kebebasan berserikat, keributan sampai perkelahian antara TKA dg pekerja lokal yg berakhir terjadi korban jiwa, pekerja lokal dipenjarakan, pekerja dalam bekerja diliputi rasa takut kena sanksi seperti yg terjadi di PT.VDNI dan PT.OSS Sultra serta PT.GNI Sulteng, pekerja bagai bekerja pada perusahaan jaman VOC dan berpotensi menjadi ledakan anarkisme akibat perlakuan semena-mena perusahaan asing dan TKA nya kepada pekerja lokal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pelanggaran Moral Dan Etika Pimpinan Sekolah: Penyalahgunaan Dana Bos

Oleh: Emanuel Alek Sugiarto- Mahasiswa Magister Manajemen Konsentrasi School Management and Leadership, Universitas Sanata Dharma Pendidikan merupakan tempat strategis dalam pembentukan manusia bermartabat, cerdas, dan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER