JCCNetwork.id- Para pengikut aliran sesat rela kelaparan demi masuki surga. Ini adalah kelompok aliran sesat di Republik Kenya, Negara di Afrika bagian Timur. Pemimpin aliran sesat itu bernama Paul Mackenzie. Akibat ajarannya itu menyebabkan sebanyak 58 orang tewas.
Kepolisian Kenya kemudian menangkap Mackenzie, menyusul ada kuburan berisi puluhan jasad para pengikutnya.
Mackenzie kemudian diadili pada 15 April di Pengadilan Hukum Malindi setelah hakim memberikan waktu 14 hari kepada polisi untuk menggelar penyelidikan saat dia ditahan. Media Kenya melaporkan Mackenzie menolak makanan dan air selama ditahan.
Inspektur Jenderal Kepolisian Kenya Japhet Koome pada Senin (24/4/2023), mengatakan polisi menemukan 58 jasad di kuburan massal di Kenya Timur.
Koome, yang mengunjungi tempat kejadian, mengatakan korban tewas termasuk 50 orang yang ditemukan dalam kuburan massal dan delapan orang yang ditemukan masih hidup dalam kondisi kurus kering sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dia menambahkan 29 orang yang selamat telah diamankan dan polisi kini masih mencari para penyintas lainnya. Para pengikut Mackenzie yang tergabung dalam Good News International Church itu tinggal di beberapa pemukiman terpencil di area seluas 800 hektar di dalam hutan Shakahola.
“Para penyidik forensik, detektif pembunuhan, para petugas polisi lainnya serta beberapa ahli patologi pemerintah di sini bersama kami melakukan penyelidikan dan penggalian,” kata Koome.
Presiden Kenya William Ruto menyebut ajaran Mackenzie bertentangan dengan agama mana pun.
“Mackenzie … berpura-pura dan berlagak sebagai pendeta padahal sebenarnya dia adalah penjahat yang keji,” kata Ruto, di luar Nairobi. Demikian dilasir Reuters.



