Forum Parlemen Muda Internasional, Puteri Komarudin Jelaskan Tantangan Pemuda Indonesia Hadapi Tahun Politik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin dengan lantang menjelaskan tantangan dan potensi partisipasi pemuda Indonesia untuk hadapi tahun politik di Forum Parlemen Muda (Forum of Young Parrliamentarians).

“DPR RI terus mendukung partisipasi pemuda dalam menjalankan tugas dan fungsi kami. Khususnya, melalui Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI) yang menjembatani kepentingan dan representasi pemuda melalui wakil-wakilnya di DPR RI,” kata Puteri Komarudin dalam keterangannya yang di kutip JCC Network dari Kabardpr.com, Kamis (16/3/2023).

- Advertisement -

“Melalui KPPI, Anggota DPR RI dari kalangan pemuda mendengar aspirasi, menyelenggarakan diskusi, dan memberikan pendidikan kebijakan publik bagi pemuda,” tambahnya.

Menurutnya, Pemuda Indonesia yang memiliki suara terbanyak juga justru menjadi tantangan tersendiri. Sebab menjelang Pemilu 2024 mendatang, Pemuda Indonesia belum sepenuhnya dorongan dirinya secara formal untuk terlibat dalam politik.

“Tapi posisi ini juga menjadi tantangan, karena meski demikian, belum semua pemuda dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan. Ataupun, belum sepenuhnya mendapat dorongan formal untuk terlibat dalam politik. Baik sebagai kader parpol maupun sebagai peserta pemilu,” jelasnya.

- Advertisement -

Puteri Komarudin: Keterwakilan Pemuda di DPR RI Masih Kurang!

Puteri mencontohkan keterwakilan pemuda di DPR RI saat ini masih belum mencapai kata cukup atau skiranya tercatat 72 orang anggota DPR RI yang berusia 21 hingga 40 tahun.

Bagi dia, hal ini justru disebabkan kurangnya dorongan untuk para Pemuda Indonesia agar terlibat dalam politik praktis.

- Advertisement -

“Padahal, sudah 15 tahun lebih kita memperkenalkan kuota bagi perempuan, yang menurut studi IPU umumnya menjadi pembuka jalan penerapan kuota bagi pemuda,” ucapnya.

“Bahkan, kebijakan ini sudah menjadi rekomendasi Forum Youth 20 atau pemuda negara G20 untuk diterapkan negara anggota G20. Karena itu, kami harap Forum IPU ini juga membentuk Resolusi yang dapat mendorong diadopsinya kebijakan kuota bagi pemuda oleh negara anggota IPU,” sambung Puteri.

Di kesempatan itu juga, Puteri mengajak Pemuda agar tetap berada dalam menjaga toleransi juga mempromosikan masyarakat yang terbuka (inklusif), damai, dan toleran.

Menurut hasil survei, lebih dari 70 persen kalangan milenial dan Gen Z setuju untuk dibangunnya tempat ibadah bagi agama dan kepercayaan minoritas; lebih dari 80 persen menyatakan tertarik untuk belajar tentang berbagai agama di sekolah, dan 99 persen mendukung keberagaman suku, budaya, dan agama.

“Saya mengajak rekan-rekan anggota parlemen muda dalam forum ini agar menyediakan dukungan institusional kepada pemuda untuk membangun dan memelihara perilaku damai, inklusif, dan toleran. Yang sangat penting ketika mendekati tahun politik yang rentan akan gesekan sosial,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Update di Google Berita

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER