JCCNetwork.id- Deteksi Dini Kelainan Mata pada Anak. Penglihatan memainkan peran utama dalam rangsangan sensoris dan memiliki peranan penting dalam perkembangan yang optimal bagi anak-anak. Gangguan penglihatan pada tahun-tahun awal kehidupan dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap masa depan anak, termasuk dalam segi psikologi, pendidikan, ekonomi, bahkan dapat berdampak pada angka kematian yang lebih tinggi di kemudian hari.
Sayangnya, gangguan penglihatan seringkali tidak terdeteksi pada tahap awal, karena anak-anak belum mampu mengungkapkan keluhannya dengan jelas. Oleh karena itu, deteksi dini kelainan mata pada anak sangat penting dilakukan. Orang tua pun dapat turut serta dalam melakukan deteksi dini ini. Ayo, mari kita memahami cara-cara deteksi dini kelainan mata pada anak.
Perkembangan Penglihatan
Perkembangan tajam penglihatan paling aktif terjadi selama 3 bulan pertama kehidupan, terus terjadi sampai usia 7-8 tahun, tetapi perkembangan ini lebih lambat dengan bertambahnya usia.
– Bayi baru lahir – 1 bulan : Dapat melihat warna hitam, putih dan abu-abu atau pola terang dan gelap. Mata akan mengedip bila terkena sinar
-Usia 2-3 bulan : Mulai mengikuti benda yang bergerak di depannya, tersenyum pada wajah yang akrab
-Usia 4 bulan : Mulai bisa meraih benda dalam jarak jangkauannya.
– Usia 6-8 bulan : Menilai jarak, melihat sesuatu dan bergerak untuk mendapatkannya.
– Usia balita-prasekolah : Perkembangankoordinasi mata, tangandan badan, mata bekerja sama, dan persepsi.
Menguji Penglihatan Bayi Baru Lahir Sampai Umur Tahun
– Bayi baru lahir – 1 bulan: Pemeriksaan dengan senter diarahkan ke mata, normalnya bayi bakal memejamkan mata.
– Usia 2 bulan – 3 tahun: Menggunakan mainan berwarna cerah dan tidak berbunyi digerakkan di depan bayi. Normalnya melihat mengikuti benda.





















