JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah pengembangan sejumlah kawasan bersejarah menjadi pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, dan ruang berkumpul masyarakat. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas adalah Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang direncanakan sebagai destinasi wisata kuliner selama 24 jam.
Pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan lebih banyak pusat keramaian dengan karakter dan daya tarik berbeda. Konsep yang akan diterapkan di Pasar Baru disebut terinspirasi dari kawasan Myeongdong di Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan dan wisata kuliner.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penataan dan pengembangan Pasar Baru akan dilakukan setelah pembangunan MRT Jakarta Fase 2A selesai. Penyelesaian proyek transportasi massal tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat menuju kawasan Pasar Baru sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Menurut Pramono, kehadiran MRT yang menjangkau kawasan Kota akan menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Kemudahan akses transportasi dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha, khususnya sektor perdagangan, kuliner, dan pariwisata.
Dengan konsep operasional sepanjang hari, Pasar Baru diharapkan tidak hanya menjadi kawasan perdagangan seperti selama ini, tetapi juga berkembang menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata kuliner bagi masyarakat dan pengunjung dari luar Jakarta.
Selain Pasar Baru, Pemprov DKI juga memasukkan kawasan Glodok Pecinan dan Kota Tua dalam rencana pengembangan pusat aktivitas baru ibu kota.
Pramono menjelaskan, ketiga kawasan tersebut akan dibangun dengan mengutamakan identitas dan keunikan masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, setiap wilayah diharapkan mempunyai daya tarik tersendiri sehingga dapat menjangkau kelompok pengunjung yang lebih luas.
Glodok Pecinan, misalnya, akan dikembangkan dengan mempertahankan sekaligus menonjolkan karakter budaya Tionghoa yang selama ini melekat pada kawasan tersebut. Nuansa sejarah, tradisi, serta aktivitas perdagangan khas Pecinan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi tersebut.
Sementara itu, Kota Tua akan diarahkan menjadi kawasan wisata dengan segmentasi pengunjung menengah ke atas. Potensi bangunan bersejarah dengan arsitektur khas peninggalan masa lalu akan menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan.
Pramono menilai, keberadaan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Tua memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan karakter berbeda dibandingkan kawasan lain di Jakarta.
Ia menegaskan, masing-masing wilayah akan memiliki ciri khas sehingga tidak seluruh kawasan dikembangkan menggunakan konsep yang sama.
“Pasti akan mempunyai khas tersendiri. Yang terakhir di Kota Tua, pasti juga akan mempunyai khas tersendiri,” kata dia.
Melalui pengembangan tiga kawasan tersebut, Pemprov DKI ingin memperluas pilihan masyarakat dalam menikmati ruang publik dan pusat hiburan di ibu kota.
Selama ini, kawasan Blok M di Jakarta Selatan dikenal sebagai salah satu titik pertemuan berbagai kelompok masyarakat. Kawasan tersebut menjadi tempat berkumpul sekaligus pusat aktivitas ekonomi, kuliner, dan hiburan yang ramai dikunjungi.
Namun, Pemprov DKI menilai Jakarta membutuhkan lebih banyak kawasan dengan fungsi serupa agar aktivitas masyarakat tidak hanya terpusat di satu lokasi.
Karena itu, Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan Kota Tua diproyeksikan menjadi alternatif pusat keramaian baru yang dapat menawarkan pengalaman berbeda kepada masyarakat.
Selain memperkuat sektor pariwisata, rencana tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Meningkatnya jumlah pengunjung berpotensi mendorong pertumbuhan usaha kuliner, perdagangan, jasa, hingga sektor ekonomi kreatif di sekitar kawasan.
Keterlibatan pelaku usaha lokal juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah dan potensi ekonomi tersebut.
Pramono berharap rencana pengembangan Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan Kota Tua dapat direalisasikan sehingga Jakarta memiliki lebih banyak pusat aktivitas masyarakat yang tertata dan memiliki identitas kuat.
Ia optimistis, perencanaan tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kawasan yang terarah serta didukung peningkatan akses transportasi dan aktivitas ekonomi.
“Itulah yang kami rencanakan. Mudah-mudahan perencanaan itu bisa diwujudkan dan saya yakin bisa mewujudkan itu,” pungkasnya.
























