JCCNetwork.id- Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi mengalami sejumlah kendala operasional yang berdampak pada keterlambatan beberapa penerbangan menuju Tanah Air. Penyesuaian jadwal tersebut terjadi akibat tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, yang menjadi salah satu pusat keberangkatan utama jemaah haji setelah puncak pelaksanaan ibadah haji.
Maskapai Garuda Indonesia memastikan bahwa keterlambatan yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan teknis pesawat, melainkan dampak dari penyesuaian operasional bandara yang tengah menghadapi lonjakan lalu lintas penerbangan pada masa pemulangan jemaah dari berbagai negara.
Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menjelaskan bahwa pihak maskapai terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas penerbangan Arab Saudi dan berbagai pihak terkait guna memastikan proses pemulangan jemaah Indonesia dapat berjalan lancar.
Menurutnya, kepadatan aktivitas di Bandara King Abdulaziz menyebabkan perubahan jadwal keberangkatan sejumlah penerbangan, termasuk penerbangan yang melayani jemaah haji Indonesia. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat periode pemulangan merupakan fase dengan tingkat pergerakan penumpang yang sangat tinggi.
Salah satu kelompok terbang yang terdampak adalah kloter dua Embarkasi Banten (JKB02). Meski mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan, penerbangan tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan aman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6) pukul 13.45 WIB.
Selain JKB02, beberapa kelompok terbang lainnya juga mengalami dampak serupa. Di antaranya kloter tiga Embarkasi Ujung Pandang, kloter dua Embarkasi Medan, serta kloter dua Embarkasi Yogyakarta. Tak hanya penerbangan reguler haji, dua penerbangan ONH Plus dengan nomor penerbangan GA981 dan GA993 juga ikut terdampak oleh kondisi operasional di bandara tersebut.
Garuda Indonesia menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna meminimalkan dampak keterlambatan terhadap para jemaah. Koordinasi dengan otoritas bandara setempat terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan berjalan sesuai prosedur keselamatan dan standar pelayanan yang berlaku.
Maskapai pelat merah itu juga memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan selama menunggu keberangkatan. Berbagai kebutuhan dasar dan hak-hak jemaah, termasuk informasi terkait perkembangan jadwal penerbangan, terus diberikan selama proses penanganan berlangsung.
Dicky menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan operasional penerbangan haji. Oleh sebab itu, setiap keputusan penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan serta kondisi operasional di lapangan.
Garuda Indonesia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah yang terdampak akibat perubahan jadwal penerbangan tersebut. Perusahaan berharap para jemaah dapat memahami situasi yang terjadi mengingat tingginya volume penerbangan internasional di Bandara Jeddah selama musim haji.
Hingga saat ini, Garuda Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi dan berkomitmen menjaga kelancaran operasional penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia. Maskapai tersebut optimistis seluruh rangkaian fase pemulangan jemaah haji tahun 2026 dapat diselesaikan dengan baik melalui kerja sama yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna menjaga kelancaran operasional penerbangan. Serta memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dapat berlangsung dengan baik hingga akhir fase operasional haji tahun ini,” kata Dicky.
Pemerintah Indonesia dan pihak maskapai juga terus berupaya memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal masing-masing dengan aman hingga berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.























