JCCNetwork.id- Bayangin hidup di zaman modern, tapi kamu memilih hidup tanpa mobil, tanpa internet, bahkan tanpa listrik. Kira-kira sanggup nggak?
Di tengah dunia yang makin sibuk mengejar teknologi, ada satu komunitas yang justru memilih menjauh dari semua itu. Mereka dikenal sebagai orang Amish. Sekilas, hidup mereka terlihat kuno dan aneh bagi sebagian orang. Tapi semakin dalam kisah mereka dipelajari, semakin banyak orang mulai bertanya sebenarnya apa yang mereka cari?
Orang Amish hidup di Amerika Serikat dan Kanada dengan aturan yang sangat ketat. Mereka menolak penggunaan banyak teknologi modern seperti mobil, telepon, bahkan listrik di beberapa komunitasnya. Bukan karena mereka tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, tapi karena mereka percaya teknologi bisa membuat manusia jauh dari keluarga, komunitas, dan Tuhan.
Mereka memilih hidup sederhana. Bertani, bekerja dengan tangan sendiri, memakai pakaian polos, dan hidup saling bergantung satu sama lain. Bahkan mereka juga menolak ikut militer karena memegang teguh prinsip anti-kekerasan. Mereka tidak menerima bantuan pemerintah, tidak memakai asuransi, dan lebih memilih menyelesaikan masalah bersama komunitas mereka sendiri.
Yang bikin banyak orang kagum, di saat dunia modern sering dipenuhi persaingan dan tekanan hidup, komunitas Amish justru dikenal sangat erat dan kompak. Setiap keluarga rata-rata memiliki banyak anak, bahkan bisa sampai 6 sampai 8 orang. Mereka tumbuh bersama dengan nilai kerja keras, kesederhanaan, dan kebersamaan yang kuat.
Tapi hidup seperti itu tentu tidak mudah. Bayangin saat semua orang bebas menggunakan teknologi untuk mempermudah hidup, mereka justru harus membatasi diri demi menjaga keyakinan mereka. Bahkan kalau ada anggota komunitas yang melanggar aturan dan tidak mau bertobat, mereka bisa dikucilkan dari komunitasnya sendiri. Di situlah banyak orang mulai penasaran… apakah hidup sederhana benar-benar membawa kedamaian? Atau justru jadi tekanan tersendiri?
Meski sering dianggap tertinggal zaman, jumlah orang Amish terus bertambah setiap tahun. Mereka bahkan berhasil mempertahankan komunitasnya selama ratusan tahun di tengah dunia modern yang terus berubah. Itu yang membuat banyak orang heran sekaligus kagum bagaimana mungkin di era serba digital, masih ada orang yang memilih hidup seperti ratusan tahun lalu?
Mungkin buat sebagian orang, hidup tanpa teknologi terasa mustahil. Tapi bagi Amish, kebahagiaan bukan soal seberapa canggih hidupmu… melainkan seberapa dekat kamu dengan keluarga, komunitas, dan keyakinanmu sendiri.
Kalau kamu sendiri gimana? Sanggup nggak hidup tanpa HP, internet, dan semua teknologi modern selama satu bulan?


