Ketegangan Iran dan AS Memanas di Teluk

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kedua pihak saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz di tengah proses pembahasan gencatan senjata permanen terkait konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Militer Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari wilayah Jask menuju Selat Hormuz.

- Advertisement -

“melakukan serangan udara di wilayah sipil bekerja sama dengan beberapa negara di wilayah pesisir Khamir, Sirik dan Pulau Qeshm”.
“Militer Iran segera dan sebagai pembalasan menyerang kapal militer Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal tersebut,” bunyi pernyataan itu.

Selain itu, Iran juga mengeklaim serangan udara AS menyasar sejumlah wilayah sipil di kawasan pesisir Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.

Melalui pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran, juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut pasukan Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap kapal militer Amerika Serikat di perairan timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

- Advertisement -

“akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap agresi apa pun… tanpa ragu sedikit pun”.
Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih pasukan Amerika mencegat “serangan Iran yang tidak beralasan” dan merespons dengan “serangan pertahanan diri” ketika kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS transit di Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei.

Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal militer AS.

Pihak Iran juga memperingatkan akan memberikan respons lebih keras terhadap setiap bentuk serangan lanjutan dari Amerika Serikat maupun sekutunya.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) membantah tuduhan tersebut dan menyatakan pasukan AS bertindak untuk mempertahankan diri setelah menerima serangan dari Iran saat kapal perang Amerika melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei.

“beberapa rudal, drone, dan perahu kecil” sementara USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87) sedang menavigasi jalur laut internasional. Para pejabat AS mengeklaim “tidak ada aset AS yang diserang” selama keterlibatan tersebut.
Menanggapi “agresi tersebut”, Komando Pusat AS mengatakan pihaknya “menghilangkan ancaman masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab menyerang pasukan AS.”

CENTCOM menyebut Iran meluncurkan serangan menggunakan rudal, drone, dan perahu cepat yang menargetkan kapal perang USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.

Namun, militer AS mengklaim tidak ada kapal maupun personel mereka yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Sebagai respons, militer Amerika Serikat mengaku melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran yang disebut terkait dengan peluncuran rudal dan drone.

Sasaran serangan diklaim mencakup pusat komando, pengawasan, intelijen, serta lokasi peluncuran senjata milik Iran.

Meski demikian, CENTCOM menyatakan tidak menginginkan eskalasi konflik, namun tetap menegaskan kesiapan untuk melindungi pasukan dan aset Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“CENTCOM tidak mengupayakan eskalasi tetapi tetap pada posisi dan siap melindungi pasukan Amerika,” tambah pernyataan itu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Mendagri Instruksikan Pajak Kendaraan Listrik Dibebaskan

JCCNetwork.id- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh gubernur di Indonesia untuk segera memberikan insentif fiskal bagi pemilik kendaraan listrik berbasis baterai melalui pembebasan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER