Video Dipotong dari Konteks, JK Bantah Tudingan Penistaan Agama

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, melalui juru bicaranya Husain Abdullah, membantah keras tudingan bahwa dirinya telah menistakan ajaran agama Kristen sebagaimana laporan yang dilayangkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disebut menyinggung konflik Poso dan Ambon pada awal 2000-an, termasuk penggunaan istilah “syahid” yang kemudian memicu polemik di ruang publik.

- Advertisement -

Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial telah mengalami pemotongan konteks sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

 

“Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,” kata Husain dikutip.

- Advertisement -

Husain menjelaskan, pernyataan JK yang disampaikan dalam pidato di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3) justru menegaskan bahwa tidak ada agama di dunia yang mengajarkan umatnya untuk saling membunuh.

Ia menuturkan bahwa dalam ceramah tersebut, JK sedang menjelaskan pengalamannya sebagai mediator dalam upaya perdamaian konflik Poso dan Ambon yang terjadi pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

“JK menggambarkan usahanya mendamaikan konflik Poso dan Ambon kepada civitas academica UGM. Di mana JK terlebih dahulu meluruskan keyakinan kedua kelompok yang bertikai, Islam dan Kristen, bahwa mereka telah bertindak keliru menggunakan jargon agama sebagai alasan pembenar yang menyebabkan ribuan nyawa melayang dari kedua pihak, dan konflik susah dihentikan,” jelas dia.

Menurutnya, saat konflik berlangsung, kedua pihak kerap menggunakan istilah “perang suci” dan meyakini bahwa kematian dalam pertempuran adalah jalan menuju surga. Hal inilah yang menurut JK perlu diluruskan karena tidak sesuai dengan nilai semua agama.

Husain menambahkan, upaya perdamaian tersebut berhasil diwujudkan melalui Perundingan Malino I untuk Poso pada 2001 dan Malino II untuk Ambon pada 2002 saat JK menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Dalam keterangannya, DPP GAMKI mengutip pernyataan JK yang dinilai kontroversial itu. Pernyataan itu menyinggung konflik di Poso dan Ambon pada awal 2000-an. Mereka mempermasalahkan soal frasa ‘syahid’ yang diungkap JK terkait konflik yang menyinggung agama, termasuk di Poso dan Ambon.

Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat menyatakan mereka juga mengecam keras pernyataan JK yang dinilai menyakiti hati umat Kristen dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Sahat menyatakan agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang berbeda keyakinan maka akan masuk surga. Justru, sambungnya, gama Kristen

Sebelumnya, DPP GAMKI bersama sejumlah organisasi seperti Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), hingga organisasi kemasyarakatan lainnya melaporkan JK ke pihak kepolisian. Mereka menilai pernyataan JK dalam ceramah tersebut menyinggung dan menimbulkan kegaduhan.

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, menilai pernyataan itu telah melukai perasaan umat Kristen dan memperkeruh suasana publik. Ia menegaskan bahwa ajaran Kristen tidak pernah mengajarkan kekerasan terhadap pemeluk agama lain.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pelindo Regional 2 Salurkan 130 Hewan Kurban

JCCNetwork.id-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menyalurkan 130 hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Distribusi hewan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER