JCCNetwork.id – Pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan Prabowo harus dijatuhkan di tengah jalan dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026, terus menuai polemik dan kritik tajam dari berbagai kalangan.
Sekretaris Jenderal Pasbata, Budianto Hadinegoro, Saiful Mujani sudah keluar “keluar jalur” dari prinsip bernegara.
Pasalnya dalam sistem demokrasi yang berjalan, presiden yang telah dipilih secara sah oleh rakyat tidak bisa begitu saja “dijatuhkan di tengah jalan” tanpa landasan konstitusional yang jelas.
Ia menyebut, gagasan seperti itu justru terdengar seperti luapan emosi, bukan analisis rasional.
“Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol dan offside. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Demokrasi bukan panggung sandiwara. Pasbata siap antar konsultasi ke dokter supaya hatinya bisa sembuh,” kata Budiyanto kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Budianto menyebut Saiful Mujani tengah teriak di ruang gema lantaran tidak mengedepankan pandangan akademik namun dorongan emosional atau spekulasi liar.
“Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Ini pikirannya bisa berbahaya seperti ideologi PKI karena di luar nalar,” tandasnya.



