JCCNetwork.id- Pemerintah bersama pengelola jalan tol memberikan potongan tarif sebesar 30 persen pada sejumlah ruas jalan tol Trans-Jawa selama periode arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat mobilitas pemudik meningkat.
Diskon tarif tersebut berlaku terbatas pada segmen perjalanan dari Jakarta hingga Semarang. Sementara itu, ruas tol setelah Semarang hingga Surabaya tetap dikenakan tarif normal sebagaimana yang berlaku saat ini.
Berdasarkan data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), total biaya perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya untuk kendaraan golongan I pada kondisi normal mencapai Rp935.500. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan penuh hingga Gerbang Tol Warugunung di Surabaya melalui jaringan Tol Trans-Jawa.
Selama arus mudik Lebaran 2026, potongan tarif sebesar 30 persen diberlakukan mulai 15 Maret pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini hanya berlaku pada ruas tol yang menghubungkan Jakarta hingga Semarang.
Dengan adanya potongan tersebut, tarif tol pada segmen Jakarta–Semarang yang semula lebih tinggi kini menjadi sekitar Rp327.250 untuk kendaraan golongan I. Namun karena diskon hanya diterapkan pada sebagian ruas, total biaya perjalanan Jakarta–Surabaya tidak mengalami penurunan secara menyeluruh.
Jika dihitung secara keseluruhan, total biaya tol dari Jakarta menuju Surabaya setelah penerapan diskon diperkirakan mencapai sekitar Rp783.250. Artinya, pemudik dapat menghemat lebih dari Rp150.000 dibandingkan tarif normal.
Perjalanan darat dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Trans-Jawa umumnya melewati sejumlah ruas tol utama yang saling terhubung dari wilayah barat Pulau Jawa hingga Jawa Timur. Dari Jakarta, kendaraan akan memasuki Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Tol Cikampek–Palimanan.
Setelah itu perjalanan berlanjut ke Tol Palimanan–Kanci, Kanci–Pejagan, Pejagan–Pemalang, hingga Pemalang–Batang. Rute kemudian dilanjutkan ke Tol Batang–Semarang serta ruas Semarang ABC sebelum masuk ke Tol Semarang–Solo.
Dari wilayah Jawa Tengah, perjalanan diteruskan melalui Tol Solo–Ngawi, Ngawi–Kertosono, Kertosono–Mojokerto, hingga akhirnya memasuki Tol Mojokerto–Surabaya dan keluar di Gerbang Tol Warugunung.
Adapun rincian tarif normal untuk kendaraan golongan I pada setiap ruas tol tersebut antara lain Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Layang MBZ sebesar Rp27.000, Tol Cikampek–Palimanan Rp132.000, Tol Palimanan–Kanci Rp13.500, serta Tol Kanci–Pejagan Rp31.500.
Selanjutnya, Tol Pejagan–Pemalang dikenakan tarif Rp66.000, Tol Pemalang–Batang Rp53.000, Tol Batang–Semarang Rp144.500, dan ruas Semarang ABC Rp6.000. Untuk perjalanan selanjutnya, Tol Semarang–Solo bertarif Rp92.000, Tol Solo–Ngawi Rp163.500, Tol Ngawi–Kertosono Rp102.000, Tol Kertosono–Mojokerto Rp55.000, serta Tol Mojokerto–Surabaya Rp43.500.
Dengan total tarif yang cukup besar tersebut, pemudik diimbau untuk menyiapkan saldo uang elektronik yang memadai sebelum memulai perjalanan. Pengguna jalan tol disarankan menyediakan saldo minimal sekitar Rp850.000 agar transaksi di gerbang tol dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Selain memastikan saldo kartu elektronik mencukupi, pemudik juga diingatkan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memantau kondisi lalu lintas serta memilih waktu perjalanan yang tepat.
Kebijakan diskon tarif tol ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur darat. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan melalui jaringan Tol Trans-Jawa diharapkan dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan efisien selama periode Lebaran 2026.



