Anak Prajurit Marinir Korban Longsor Dijamin Pendidikan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan negara hadir bagi keluarga prajurit Marinir yang gugur akibat bencana longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. TNI AL menjamin anak-anak para prajurit yang meninggal dunia akan memperoleh beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta mendapat kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI di masa mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan Muhammad Ali dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (29/1/2026). Ia menegaskan, pemberian beasiswa, pendampingan psikologis, serta kesempatan masuk TNI merupakan bentuk tanggung jawab institusi terhadap keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.

- Advertisement -

“TNI AL memberikan beasiswa kepada putra-putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban,” kata Ali dalam siaran pers, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.

Selain jaminan pendidikan dan karier, TNI AL juga menyalurkan santunan kepada keluarga prajurit sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan yang telah diberikan. Menurut Ali, seluruh hak tersebut merupakan kewajiban negara yang harus dipenuhi bagi prajurit yang gugur dalam tugas kemanusiaan.

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Cisarua masih terus dilakukan. Hingga Rabu (28/1/2026), tim SAR gabungan bersama personel TNI AL telah berhasil mengevakuasi lima jenazah prajurit Marinir. Kelima prajurit tersebut adalah Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio.

- Advertisement -

Kelima jenazah telah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara. Namun demikian, sebanyak 18 prajurit Marinir lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Untuk mempercepat evakuasi, TNI AL telah mengerahkan sedikitnya 200 personel Marinir yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Operasi pencarian juga didukung dengan penggunaan berbagai teknologi, mulai dari drone pemantau udara, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga alat berat untuk menyisir material longsor.

Ali menegaskan, upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat. Ia berharap seluruh prajurit yang masih tertimbun material longsor dapat segera ditemukan.

Bencana longsor di Cisarua ini menjadi salah satu insiden paling memilukan yang menimpa TNI AL dalam operasi kemanusiaan. TNI AL memastikan komitmen penuh untuk menuntaskan proses pencarian sekaligus memberikan perlindungan dan jaminan masa depan bagi keluarga para prajurit yang gugur.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Max Dowman Jadi Starter Termuda Liga Inggris di Usia 16 Tahun

JCCNetwork.id-Arsenal memastikan wonderkid mereka, Max Dowman, tetap menjalani aturan khusus pemain di bawah usia 18 tahun meski sudah tampil bersama tim senior pada musim...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER