Banjir Pati Paksa Petani Bawang Panen Dini

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memaksa ribuan petani melakukan panen dini, khususnya komoditas bawang merah, guna menekan risiko gagal panen dan kerugian yang lebih besar. Ketinggian genangan air yang mencapai 1 hingga 1,5 meter mengakibatkan kualitas hasil panen menurun dan produktivitas lahan anjlok.

Hasil pemantauan Media Indonesia, Jumat (16/1/2026), menunjukkan banjir hingga kini belum memperlihatkan tanda-tanda surut. Curah hujan tinggi yang masih mengguyur kawasan Gunung Muria justru memperparah kondisi, sehingga genangan meluas ke ribuan hektare lahan pertanian, permukiman warga, serta mengganggu jalur Pantura Pati–Rembang.

- Advertisement -

Tekanan tersebut dirasakan langsung oleh petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa. Mereka memilih memanen lebih awal meski menyadari kualitas bawang menurun drastis. “Kami terpaksa panen dini, karena khawatir gagal panen hingga kerugian akan semakin besar meskipun kualitas bawang rendah yakni dari segi ukuran maupun rasa, warna serta basah,”ujar Ngadimin,50, seorang petani bawang di Pati.

Petani lainnya, Slamet, mengungkapkan banjir setinggi 1,5 meter menyebabkan sebagian tanaman bawang dari lahan seluas sekitar 15 hektare yang seharusnya dipanen bulan depan mulai membusuk. Panen di tengah genangan air juga menyulitkan proses kerja.

“Sampai di rumah bawang tersebut harus dipilah dan dijemur karena sudah mulai busuk,” imbuhnya.

- Advertisement -

Dampak ekonomi pun signifikan. Warsito, petani bawang lainnya, menyebutkan bahwa dalam kondisi normal ia dapat meraih pendapatan hingga Rp175 juta per hektare setiap kali panen. Namun, akibat panen lebih awal, pendapatan diperkirakan turun hingga 50 persen. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan perhatian dan solusi bagi petani terdampak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya merendam lahan bawang merah, tetapi juga mayoritas sawah padi. Berdasarkan inventarisasi sementara, sekitar 4.400 hektare lahan pertanian tergenang, dengan potensi kerugian besar karena banyak tanaman padi mati sebelum masa panen.

“Kita masih menghitung kerusakan dan kerugian untuk pengajuan bantuan ataupun asuransi, karena dipastikan banyak yang rusak ataupun mati setelah terendam banjir hampur sepekan,” ugar Ratri Wijayanto.

Menurutnya, genangan dengan ketinggian di atas satu meter tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Gabus, Pati Kota, Jakenan, Tayu, Kayen, Dukuhseti, Sukolilo, Wedarijaksa, Batangan, serta beberapa wilayah lainnya. Hingga kini, pemerintah daerah belum dapat memastikan bentuk bantuan yang akan diberikan karena proses pendataan masih berlangsung.

“Belum dapat memutuskan bantuan bagi petani, masih perlu dihitung dan diajukan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal penanganan, Dinas Pertanian Kabupaten Pati melakukan pendataan menyeluruh terhadap lahan terdampak dan berkoordinasi dengan BPBD Pati serta Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk percepatan penanganan banjir. Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat meminimalkan kerugian petani sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Prabowo

JCCNetwork.id – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tudingan keterlibatannya dalam kasus dugaan penyadapan ilegal...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER