JCCNetwork.id- Founder sekaligus Chairman Mayapada Group, Dato’ Sri Tahir, memastikan pembangunan Museum Sains dan Teknologi di Solo memasuki tahap akhir. Proyek yang dibiayai sepenuhnya dari dana hibah pribadi senilai Rp600 miliar itu ditargetkan rampung dan diresmikan pada Maret 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Tahir seusai bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Sebelum menyambangi kediaman Jokowi, Tahir meninjau langsung progres pembangunan museum yang berlokasi di kawasan Pedaringan, Solo, Jawa Tengah.
“Seluruh barang sudah masuk, museum sudah bagus. Kalau Tuhan izinkan, bulan tiga peresmian,” ujar Tahir.
Ia juga mengungkapkan salah satu atraksi utama yang akan dihadirkan dalam museum tersebut, yakni fosil asli dinosaurus sepanjang 20 meter yang dipinjamkan Pemerintah China untuk dipamerkan selama enam bulan.
Kehadiran fosil raksasa itu diyakini bakal menjadi magnet pengunjung sekaligus memperkuat karakter museum sebagai pusat edukasi dan riset sains.
“Kita kedatangan fosil asli dinosaurus sebesar 20 meter. China meminjamkan ke kita selama enam bulan. Itu akan jadi daya tarik,” tegasnya.
Museum Sains dan Teknologi Solo diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi baru, tetapi juga simbol komitmen pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.



