JCCNetwork.id-Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang memperketat pengamanan dan pengaturan arus kendaraan di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru menyusul masih turunnya hujan abu pada Senin (1/12/2025).
Pengendara yang melintasi Jembatan Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dibekali masker oleh petugas untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Hujan abu tipis yang terjadi di jalur perbukitan Piket Nol menyebabkan jarak pandang berkurang dan meningkatkan potensi gangguan kesehatan bagi pengguna jalan, terutama pengendara motor.
“Debu vulkanik masih berpotensi terbawa angin. Kami membagikan masker agar pengendara tetap terlindungi saat melintas, terutama para pemotor yang lebih rentan terpapar,” ujar Ipda Untoro pada Senin (1/12/2025).
Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah perlindungan tambahan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di sekitar zona terdampak.
Petugas juga memberikan imbauan agar warga menjauhi aliran Sungai Besuk Kobokan yang masih berpotensi diterjang banjir lahar maupun aliran material susulan dari Gunung Semeru.
“Masih banyak warga dan wisatawan yang datang sekadar melihat kondisi pascaerupsi. Kami ingatkan untuk menjaga jarak dari aliran sungai karena potensi bahayanya masih tinggi,” tambahnya.
Menurut Untoro, masih ditemukan warga dan wisatawan yang mendatangi kawasan tersebut untuk melihat kondisi pascaerupsi.
Untuk meminimalkan risiko, aparat menempatkan personel di sejumlah titik rawan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga.
Polisi meminta masyarakat tetap memakai masker, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi instruksi petugas selama aktivitas vulkanik Semeru belum sepenuhnya stabil.




