Pengambilan Keputusan Etis Kepala Sekolah Terhadap Kasus Normalisasi Bercanda Menggunakan Nama Orang Tua

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Oleh: Gorgonia Valeria Oki – Mahasiswa Magister Manajemen Konsentrasi School Management and Leadership, Universitas Sanata Dharma

Belakangan ini, fenomena normalisasi bercanda menggunakan nama orang tua menjadi perbincangan serius di kalangan anak-anak dan remaja. Candaan semacam ini bukan hal sepele karena menyangkut nilai kehormatan, identitas, dan kasih sayang keluarga yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan emosional individu. Menjadikan nama orang tua sebagai bahan ejekan dapat menimbulkan luka emosional yang dalam, bahkan trauma, yang berpotensi mengganggu perkembangan mental dan sosial anak. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus, terutama di lingkungan pendidikan, di mana kepala sekolah memiliki peran vital sebagai pengambil keputusan etis dan penjaga moral.

- Advertisement -

Normalisasi Bercanda Menggunakan Nama Orang Tua

Kasus bercanda menggunakan nama orang tua menjadi salah satu kasus fenomenal dan sedang terjadi di dunia pendidikan. Ada laporan dari orang tua yang menyatakan anaknya diejek menggunakan nama orang tua sehingga anak pulang dengan perasaan marah dan sedih. Ada juga kejadian di mana ketika orang tua ke sekolah anak-anak meminta kepada orang tua untuk melepas ID Card karena mereka takut ketika nama orang tuanya diketahui maka nama orang tua tersebut akan dijadikan bahan candaan.

Hal ini menunjukkan bahwa fenomena ini bukan hanya di sekolah tapi juga di lingkungan bermain anak-anak usia dini. Contoh nyata terlihat pada seorang anak bernama Ryan, ibunya bernama Tisani, teman-temannya sering mengejek nama ibunya dengan “Tipu sana sini. Ada lagi seorang anak bernama Michelle juga sering diejek temannya dengan sebutan “Botak Nihil” karena ayahnya bernama Boni.

- Advertisement -

Pada awalnya, Ryan dan Michelle ini mencoba untuk mengabaikan ejekan tersebut. Namun, semakin diabaikan malah semakin menjadi-jadi. Pada akhirnya Ryan dan Michelle menjadi malu dan tidak mau ke sekolah. Lama kelamaan semangat belajar mereka semakin menurun. Hal ini terlihat dari laporan akademik yang disampaikan oleh guru kelasnya.

Artikel Kompasiana secara eksplisit membahas kasus serupa, seperti siswa di sekolah Sorong yang rutin bercanda dengan nama orang tua tanpa konsekuensi awal, mirip pengabaian Ryan-Michelle yang memperburuk situasi. Lainnya menyoroti “Nama Orang Tua Jadi Bahan Olokan: Sekedar Candaan atau Luka Psikologis?” dengan contoh Dika diejek “Gatot” dari nama ayahnya Gatotkaca, menyebabkan malu dan isolasi. Fenomena ini dapat dikaitkan dengan pendekatan Melé dalam Business Ethics in Action, yang menekankan etika berbasis orang (person-centred ethics) untuk pengambilan keputusan yang memprioritaskan martabat manusia, empati, dan keadilan guna mencapai keunggulan organisasional termasuk sekolah sebagai institusi.

Dampak Psikologis Candaan Atas Nama Orang Tua

Dampak kasus normalisasi bercanda menggunakan nama orang tua sangat serius dan negatif. Pertama, hal tersebut dapat menimbulkan luka psikologis mendalam bagi anak yang menjadi korban, seperti menurunkan rasa percaya diri, membuat malu, stres, kecemasan, serta menurunkan motivasi belajar dan interaksi sosial.

Anak korban sering merasa rendah diri, enggan bersosialisasi, dan takut diejek lagi. Kedua, normalisasi candaan seperti ini mengikis nilai kesopanan dan penghormatan kepada orang tua serta dapat memperburuk budaya pergaulan, membuat perilaku tidak sopan menjadi lumrah di kalangan anak-anak. Ketiga, dari segi etika dan agama, bercanda menggunakan nama orang tua dianggap sebagai pelanggaran dan penghinaan besar, yang dalam ajaran Katolik misalnya, termasuk dosa besar karena mencela orang tua dan melanggar 10 Perintah Allah, yaitu perintah kelima “Hormatilah Ayah dan Ibumu”. Masyarakat dan sekolah mulai menggalakkan kampanye untuk menghentikan kebiasaan ini sebagai bentuk perlindungan terhadap nilai moral dan kesehatan mental anak-anak.

Oleh karena dampaknya begitu besar terhadap psikis anak-anak yang Melé anggap sebagai konsekuensi dari mengabaikan dimensi moral, maka membutuhkan penanganan yang serius dari pihak sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dibutuhkan peran dari kepala sekolah dalam hal pengambilan keputusan etis.

Mele (2019) menuliskan tentang proses strategis etika sebagai keunggulan manusia, dengan tahapan proses: perumusan masalah, tetapkan dan evaluasi tujuan, pembuatan alternatif, penentuan kriteria yang relevan untuk evaluasi, evaluasi alternatif untuk tindakan, pemilihan satu alternatif, implementasi keputusan, dan evaluasi hasil. Pendekatan ini memastikan keputusan strategis etis, menghasilkan integritas organisasi dan keberlanjutan jangka panjang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Setujui Pelatnas Atlet Disabilitas Multiyears

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menyetujui skema pembiayaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet disabilitas secara multiyears atau tahun jamak. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla
08:50
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01
Video thumbnail
Pasca Putusan MK Soal Peradilan Militer, Begini Reaksi Jenderal Maruli #shorts #trending
01:04
Video thumbnail
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Tugas Penting Prof Satyawan Pimpin Badan Pengelola Gambut
09:05
Video thumbnail
Candaan Maruli Simanjuntak Ajak Wartawan Jalan-Jalan ke Pulau Terpencil Tak Berpenghuni
08:25
Video thumbnail
Menko Yusril Sesalkan Ada Kementerian yang Kerjanya Cuma Susun Aturan Enggak Selesai-selesai
12:56
Video thumbnail
Jenderal Maruli Respons Putusan MK soal Peradilan Militer, Hukuman Prajurit TNI Jauh Lebih Berat
10:20
Video thumbnail
Baru Dilantik Jadi Kepala BNPB, Kristomei Ungkap Perintah Prabowo Tangani Karhutla
08:46
Video thumbnail
Momen Zulhas Puji Bahlil Sebut Usia Lebih Muda, Kariernya Melaju Pesat
08:43
Video thumbnail
Prabowo Ubah Susunan Petinggi TNI, Tandyo dan Maruli Kini Bertukar Posisi #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Khidmat di Istana, Prabowo Resmi Sematkan Tanda Jabatan Wakil Panglima TNI kepada Maruli
10:17
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB #shorts #trending
01:55
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Pahit: Dibully, Dilempar Batu, sampai Disebut Dajal Sunda
09:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER