Rusia Siap Hadapi Setiap Eskalasi di Tengah Ancaman Uji Nuklir AS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat setelah muncul sinyal bahwa Washington siap kembali melakukan uji coba senjata nuklir.

Kremlin menegaskan akan “bertindak sesuai” bila AS benar-benar meninggalkan larangan uji coba yang telah menjadi bagian dari moratorium internasional selama puluhan tahun.

- Advertisement -

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov pada Kamis (13/11/2025), menanggapi pengumuman Sekretaris Dewan Keamanan Sergey Shoygu yang menyatakan bahwa Moskow kini tengah mengkaji kemungkinan melakukan uji coba nuklir sebagai respons terhadap langkah Washington.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkap bahwa uji terbaru yang dilakukan negaranya mencakup pengujian sistem peluncur.

Langkah ini muncul menyusul perintah Presiden Donald Trump pada 29 Oktober 2025 yang menginstruksikan Pentagon untuk segera memulai kembali program uji nuklir.

- Advertisement -

Rubio tidak menyatakan secara eksplisit bahwa AS akan melakukan uji coba skala penuh, namun Moskow menganggap tanda-tanda tersebut cukup jelas.

“Jika ini benar merupakan konfirmasi bahwa AS menarik diri dari larangan pengujian nuklir, maka hal itu menunjukkan niat mereka,” ujar Peskov.

Ia menegaskan bahwa keputusan Washington dapat mengakhiri moratorium komprehensif yang telah lama menahan eskalasi uji senjata nuklir di dunia.
“Seperti yang dikatakan presiden kami, Rusia akan bertindak sesuai,” tegasnya.

Peskov juga mengklarifikasi bahwa instruksi Presiden Vladimir Putin pada 5 November bukanlah perintah untuk langsung memulai persiapan uji coba, melainkan pengumpulan informasi dan penilaian kelayakan persiapan tersebut.

Dalam wawancara terpisah dengan RIA Novosti, Sergey Shoygu menyatakan lembaga-lembaga terkait di Rusia dan para ahli Dewan Keamanan telah mulai menyusun berbagai opsi respons menghadapi potensi perubahan situasi global.

Ia menekankan bahwa Rusia tidak bisa berdiam diri saat sistem pengendalian senjata nuklir internasional terus melemah dan Amerika Serikat belum memberikan penjelasan komprehensif mengenai rencana uji coba mereka.

“Rusia siap menghadapi perkembangan apa pun, tetapi tidak akan membiarkan perlombaan senjata baru dipicu,” kata Shoygu.
Ia juga menuding negara-negara Eropa meningkatkan “pernyataan dan rencana agresif,” sembari menegaskan bahwa Moskow terus memantau kebijakan Uni Eropa dan NATO serta menyesuaikan arah pengembangan militernya.

Ketegangan antara Washington dan Moskow kini kembali menanjak, memunculkan kekhawatiran bahwa dunia berpotensi kembali menghadapi babak baru perlombaan senjata nuklir.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Menkes Minta Warga Bijak Konsumsi Daging Kurban saat Lebaran Haji

JCCNetwork.id- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan cara pengolahan daging kurban selama perayaan Iduladha. Menurutnya, anggapan bahwa daging kambing...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER