Lebih 4.000 Tewas Sejak 2023 Gegara Konflik Israel–Hizbullah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah, yang berujung pada tewasnya sedikitnya 114 warga sipil Lebanon.

Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran atas kondisi keamanan di Lebanon selatan.

- Advertisement -

Juru Bicara Kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan, seperti dikutip dari Antara, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau serangan udara Israel di sejumlah desa yang berada di dekat garis perbatasan.

Menurutnya, jumlah korban sipil terus bertambah meski gencatan senjata secara formal masih berlaku.

Al-Kheetan menekankan bahwa dampak berkepanjangan terhadap warga sipil “harus segera dihentikan,” mengingat masyarakat di kawasan tersebut telah hidup dalam ketidakpastian selama lebih dari dua tahun.

- Advertisement -

Ia mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk mematuhi perjanjian penghentian permusuhan serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Dalam laporan terpisah, PBB mencatat bahwa operasi militer Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 4.000 warga Lebanon dan melukai hampir 17.000 orang.

Konflik yang awalnya berskala terbatas itu berubah menjadi serangan intensif pada September 2024, memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Israel dan Hizbullah sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 27 November 2024.

Namun hingga kini, situasi di lapangan tetap rapuh, dengan potensi eskalasi yang terus mengancam stabilitas regional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2025

JCCNetwork.id-Pemerintah Australia resmi menerapkan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun mulai Rabu, 10 Desember 2025. Kebijakan ini menjadikan Australia sebagai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER