Harga Cabai dan Minyak Goreng Masih Tinggi di Awal November

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional tercatat stabil pada Jumat (7/11/2025), meski beberapa bahan pokok seperti cabai dan minyak goreng masih menunjukkan pergerakan harga yang cukup tinggi. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan, harga cabai rawit merah mencapai Rp20.650 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras berada di level Rp27.100 per kg.

Berdasarkan data PIHPS yang dirilis pukul 07.37 WIB di Jakarta, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih turut menjadi perhatian. Harga bawang merah tercatat di kisaran Rp40.000 per kg, sedangkan bawang putih berada di angka Rp37.500 per kg.

- Advertisement -

Komoditas beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menunjukkan perbedaan harga berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual di harga Rp13.650 per kg, sedangkan kualitas bawah II sebesar Rp12.950 per kg. Untuk beras kualitas medium I, harga berada di Rp15.750 per kg, dan medium II di Rp15.400 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I dijual Rp16.500 per kg dan super II Rp16.000 per kg.

Harga cabai merah besar terpantau mencapai Rp34.800 per kg, cabai merah keriting Rp36.250 per kg, serta cabai rawit hijau di angka Rp23.000 per kg. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok cabai masih menjadi komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di pasaran.

Untuk sumber protein hewani, daging ayam ras dijual dengan harga rata-rata Rp29.500 per kg, sementara daging sapi kualitas I dan II masing-masing dibanderol Rp132.500 per kg.

- Advertisement -

Di sisi lain, harga bahan pokok lain seperti gula pasir dan minyak goreng juga mengalami variasi. Gula pasir lokal tercatat Rp18.750 per kg, sedangkan gula pasir kualitas premium sedikit lebih rendah di angka Rp16.000 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp17.350 per liter, dan untuk kemasan bermerek, harga berada di kisaran Rp19.400 hingga Rp22.000 per liter, tergantung pada merek dan kualitas produk.

Kondisi harga pangan yang relatif stabil ini dinilai menjadi indikator positif bagi pengendalian inflasi menjelang akhir tahun, meski sejumlah komoditas seperti cabai dan minyak goreng masih berpotensi mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca dan pasokan dari daerah sentra produksi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER