JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI’98), Willy Prakarsa, melontarkan kritik pedas kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan di akun X pribadinya, @Prakarsa99Willy.
Dalam cuitannya, Willy mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi perekonomian nasional saat ini yang dinilainya tengah “di ambang senja”, disertai inflasi yang menekan daya beli masyarakat.
“Optimis dan saya percaya, Indonesia Emas 2045 ke depan… ada Mas Parmin, ada Mas Ferry, ada Mas @prabowo, ada Mas @bumnbersatu dan lain-lain, tapi tolong dong rakyat jangan dicekik lewat pajak? Kok nggak malu sih para ‘Emas’ tersebut sama si emak-emak, buat makan aja sudah megap-megap,” tulis Willy, Rabu (16/7/2025), dikutip.
Ia juga menyinggung capaian kerja Presiden Prabowo yang menurutnya belum terlihat nyata meski telah hampir sepuluh bulan dilantik. “Mana penghasilan kinerja Mas @prabowo 10 bulan ini sejak dilantik? Kalau penghasilan yang dihasilkan dari pajak rakyat, buat apa jadi Presiden?” ujarnya.
Tak hanya itu, Willy mengingatkan janji Presiden Prabowo yang pernah mengatakan akan mewakafkan sisa umurnya untuk bangsa. Namun, menurutnya, hingga kini rakyat justru masih terhimpit persoalan ekonomi.
“Katanya Pak Presiden mau wakafkan umurnya buat Indonesia? Indonesia sudah di ambang senja, ekonomi nasional lumpuh, lapangan kerja tertutup, dan sedang terjadi inflasi 0,6% hadeuh…,” tulisnya lagi.
Ia bahkan meminta maaf kepada warga Tangerang Raya dan Provinsi Banten yang dulu dia ajak memilih pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2024. “Saya mohon maaf lahir batin ya, ajak kalian semua coblos 02 di Pilpres 2024 lalu, kalau hasil dari orang yang kita coblos itu melahirkan Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA)?” ungkap Willy.
Meski begitu, Willy masih mencoba berpikir positif bahwa Presiden Prabowo tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperbaiki keadaan. “Tapi kita yakin, optimis dan positive thinking dulu, mungkin Pak @prabowo siapkan strategi khusus buat Indonesia,” pungkasnya.



