China Kirim Bantuan Darurat dan Tim Ahli untuk Vanuatu Pasca-Gempa

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sebuah pesawat yang mengangkut pasokan bantuan darurat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Baoan Shenzhen, China selatan, pada Rabu malam (1/1) waktu setempat, untuk mendukung upaya pemulihan di Vanuatu setelah gempa bumi besar mengguncang negara kepulauan Pasifik tersebut.

Pesawat tersebut membawa berbagai barang penting, termasuk tenda, tempat tidur lipat, peralatan pemurnian air, lampu tenaga surya, makanan darurat, dan bahan medis, untuk membantu korban gempa.

- Advertisement -

Penerbangan diperkirakan tiba di Port Vila, ibu kota Vanuatu, pada Kamis (2/1) pukul 04.45 waktu setempat.

Gempa bermagnitudo 7,3 yang mengguncang Vanuatu pada 17 Desember 2024 menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang parah.

Untuk mendukung upaya bantuan, pemerintah China telah mengalokasikan bantuan darurat sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp16,16 miliar) untuk Vanuatu.

- Advertisement -

Sebagai respons terhadap permintaan dari pemerintah Vanuatu, China juga mengirimkan empat ahli teknik untuk membantu dalam tanggap darurat pascagempa.

Ini adalah kali pertama China mengirimkan tim penilai darurat pascabencana ke negara kepulauan Pasifik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk berkontribusi pada rekonstruksi dan pemulihan Vanuatu pasca-gempa, dengan harapan dapat mempercepat proses pemulihan yang dibutuhkan negara tersebut.

“Ini kali pertama China mengirimkan tim penilai darurat pascabencana ke sebuah negara kepulauan Pasifik, dengan harapan dapat berkontribusi dalam rekonstruksi Vanuatu,” kata Mao dalam sebuah konferensi pers harian.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Rutan dalam Kasus Love Scamming

JCCNetwork.id- Kepolisian Daerah Lampung terus memperluas penyelidikan kasus penipuan daring berkedok hubungan asmara atau love scamming yang diduga dikendalikan dari dalam Rumah Tahanan Negara...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER