Polda Riau Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, Sita 12 Kilogram Sabu dan 10 Ribu Pil Ekstasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil membongkar sebuah jaringan penyelundupan narkoba yang diduga memiliki keterkaitan dengan sindikat internasional.

Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di Provinsi Riau, terutama dengan adanya keterlibatan pelaku yang beroperasi lintas negara.

- Advertisement -

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Manang Soebeti, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, aparat kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti yang mengejutkan. Barang bukti tersebut terdiri dari 12 bungkus besar yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu, dengan berat total mencapai 12 kilogram. Selain itu, polisi juga menemukan satu bungkus besar narkotika jenis pil ekstasi, yang berisi sekitar 10 ribu butir pil. Tak hanya itu, sejumlah uang tunai juga turut diamankan sebagai bagian dari operasi ini.

“Total barang bukti yang kami sita dari keenam pelaku yakni 12 kilogram sabu-sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi,” kata Manang, Sabtu (24/8/2024).

Pengungkapan kasus ini melibatkan penangkapan enam tersangka yang diduga kuat terlibat dalam sindikat ini. Penangkapan tersebut dilakukan di empat lokasi berbeda di Provinsi Riau, yang masing-masing memiliki peran krusial dalam jaringan penyelundupan ini. Di lokasi pertama, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, polisi berhasil meringkus dua tersangka, yakni HA (38) dan ESS (32). Kedua tersangka ini diduga berperan sebagai kurir yang bertugas mengangkut narkotika dari pelabuhan tikus di Lubuk Muda.

- Advertisement -

Di lokasi kedua, yakni di SPBU KM 5 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, polisi kembali berhasil menangkap dua tersangka lainnya, DI (42) dan AS (42). Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan kontrol ketat terhadap gerak-gerik mereka yang mencurigakan di sekitar area tersebut. DI dan AS diduga berperan sebagai penghubung yang bertugas mendistribusikan narkotika ke berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Di lokasi ketiga, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perintis, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, seorang pria berusia lanjut dengan inisial IW (63) berhasil diamankan. IW diduga memiliki peran strategis dalam jaringan ini, dengan pengalaman yang cukup lama dalam dunia perdagangan narkoba.

Sementara itu, di lokasi keempat, di parkiran sebuah rumah makan cepat saji di Jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, polisi berhasil menangkap seorang pemuda berusia 22 tahun dengan inisial RM. RM diduga berperan sebagai kurir junior yang baru terlibat dalam jaringan ini, namun sudah dipercaya untuk mengangkut barang-barang haram tersebut.

Kombes Manang Soebeti menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari kecurigaan terhadap sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah yang terlihat mencurigakan di sekitar pelabuhan tikus Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. Setelah dilakukan pemantauan, petugas melihat seorang pria turun dari kapal dan mengangkut karung goni ke dalam mobil tersebut. Melihat gelagat mencurigakan tersebut, polisi segera melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap ESS dan HA di tempat kejadian.

Tidak berhenti di situ, polisi kemudian melakukan operasi lanjutan dengan metode control delivery yang memungkinkan petugas untuk mengikuti jalur distribusi narkotika tersebut hingga ke tangan penerima. Berkat operasi ini, DI dan AS berhasil ditangkap di depan toilet SPBU KM 5 Perawang, sementara tersangka lainnya juga berhasil diamankan di berbagai lokasi berbeda.

“Awalnya kami mencurigai satu unit mobil jenis Honda Jazz warna merah yang akan membawa sabu-sabu di sekitaran pelabuhan tikus Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten  Bengkalis. Setelah dilakukan pemantauan, petugas melihat seorang pria turun ke kapal dan mengangkut goni yang dimasukkan ke mobil tersebut. Setelah dilakukan penggerebekan, tersangka ESS dan HA berhasil diamankan,” lanjut Manang.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan keseriusan Polda Riau dalam memberantas peredaran narkoba di wilayahnya, khususnya yang melibatkan jaringan internasional. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lebih besar yang mungkin terlibat dalam kasus ini, serta memastikan bahwa para pelaku akan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

El Nino Ekstrem, Musim Hujan Mundur hingga 2027

JCCNetwork.id- Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat berpotensi memperpanjang musim kemarau di Indonesia hingga awal 2027. Kondisi tersebut dipicu anomali suhu muka laut...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Kapolri Suyudi Gandeng Komdigi Perkuat Pemberantasan Kejahatan Digital
05:12
Video thumbnail
Dinilai Berpotensi Bebani APBN, 26 Wantimpres Era Prabowo Digugat ke MK #shorts #trending
01:35
Video thumbnail
Kalau Ketemu Presiden Prabowo Mau Sampaikan Apa?
01:14
Video thumbnail
Gugatan ke MK, Keberadaan 26 Wantimpres Prabowo Dinilai Bebani APBN
12:59
Video thumbnail
Prabowo Kerap Reshuffle Menteri, Mahfud MD Angkat Bicara
09:01
Video thumbnail
Komisi III DPR Serukan Perangi Jaringan Narkoba Dari Malaysia #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Hinca Panjaitan Serukan Perang terhadap Bandar Narkoba Dari Malaysia
09:35
Video thumbnail
Dukung Rumah Subsidi, Prabowo Dorong Penyerapan 2,4 Juta Genteng Produksi UMKM #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Menteri Ara Beberkan Arahan Prabowo, 2,4 Juta Genteng UMKM Siap Dikirim untuk Rumah Subsidi
08:01
Video thumbnail
Indonesia Bersiap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Bahlil Akhirnya Buka Suara
08:30
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Jadi Pusat Perhatian di Lampung #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Tak Disetujui Prabowo
12:26
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Era Jokowi, Sebut Pernah Lolos dari 34 Laporan Polisi #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Singgung Era Jokowi, Rocky Gerung Bicara Pengalaman, Klaim Lolos dari 34 Laporan Polisi
11:22
Video thumbnail
Hakim Daniel Singgung Aturan Wantimpres dari Era Jokowi
08:34
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Belum Disetujui Prabowo #shorts #trending
02:12
Video thumbnail
Sidang UU Polri Arsul Sani Singgung Amplop Cokelat dalam Rapat Resmi
09:14
Video thumbnail
DPR Tekankan Pentingnya Kompetensi Sebut Ijazah Bukan yang Utama, tapi Jangan Sampai Palsu #shorts
01:57
Video thumbnail
DPR Ingatkan Mahasiswa: Gelar Bukan Tolok Ukur Utama, Keaslian Ijazah Tetap Penting
08:04
Video thumbnail
Momen Tak Terduga Menteri HAM Natalius Pigai, Lancar Berbahasa Kongo di Hadapan Forum
09:46

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER