JCCNetwork.id- Setelah hampir lima tahun tertutup rapat akibat pandemi COVID-19, Korea Utara diperkirakan akan kembali membuka pintu bagi turis asing pada Desember mendatang. Keputusan ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata negara tersebut yang telah lama terhenti. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh dua operator wisata yang berbasis di Beijing, China, yaitu KTG Tours dan Koryo Tours.
Menurut informasi dari KTG Tours yang berlokasi di Shenyang, wisatawan asing akan diizinkan mengunjungi Samjiyon, sebuah kota pegunungan yang terletak di utara Korea Utara.
“Sejauh ini hanya Samjiyon yang telah dikonfirmasi secara resmi tetapi kami pikir Pyongyang dan tempat-tempat lain juga akan dibuka,” tulis KTG Tours di Shenyang, dikutip BBC, Kamis (15/8/2024).
Korea Utara, yang dikenal sebagai negara paling tertutup di dunia, mengambil langkah drastis untuk mengisolasi diri sejak awal pandemi pada tahun 2020. Kebijakan ini tidak hanya menghentikan aliran wisatawan, tetapi juga mengakibatkan penutupan perbatasan yang berdampak pada ekonomi dalam negeri, termasuk krisis pangan akibat terhentinya impor barang-barang penting, ditambah dengan sanksi internasional yang dijatuhkan karena program nuklirnya.
Koryo Tours, operator wisata lainnya yang berbasis di Beijing, juga mengonfirmasi bahwa pariwisata di Korea Utara berpotensi dibuka secara lebih luas pada Desember mendatang. Dalam pernyataannya, Koryo Tours menyatakan,
“Setelah menunggu lebih dari empat tahun untuk membuat pengumuman ini, Koryo Tours sangat gembira dengan dibukanya kembali pariwisata Korea Utara,” katanya.
Samjiyon, yang dikenal sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya, telah mengalami pembangunan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada bulan Juli lalu mengungkapkan rencana ambisius untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata di kota ini, termasuk pembangunan kembali bandara, transformasi pangkalan ski militer menjadi resor, serta pembangunan jalur kereta api dan hotel-hotel baru untuk menyambut wisatawan asing. Menurut Kim Jong Un, revitalisasi sektor pariwisata ini akan diarahkan untuk menarik pengunjung dari negara-negara sahabat.
Pada bulan yang sama, media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa zona Gunung Paektu-Samjiyon direncanakan akan menjadi destinasi wisata pegunungan empat musim, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan budaya dan emosional masyarakat setempat, tetapi juga berperan penting dalam merevitalisasi pariwisata internasional di Korea Utara.
Perlu dicatat bahwa sejak awal 2024, Korea Utara hanya mengizinkan turis dari Rusia untuk memasuki negara tersebut, seiring dengan hubungan yang semakin menghangat antara kedua negara. Sementara itu, warga Korea Utara yang sebelumnya terjebak di luar negeri akibat kontrol perbatasan baru diizinkan kembali ke tanah air pada bulan Agustus tahun lalu, menjadikan Korea Utara sebagai salah satu negara terakhir yang melonggarkan pembatasan terkait pandemi.
Pembukaan kembali sektor pariwisata ini tentunya menjadi momentum penting bagi Korea Utara untuk kembali menempatkan diri di peta pariwisata global, meskipun tantangan besar tetap ada, terutama terkait dengan sanksi internasional dan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Sementara itu, para pelaku industri pariwisata dan calon wisatawan tentu menantikan kesempatan untuk mengeksplorasi keindahan alam dan kekayaan budaya yang ditawarkan oleh negara yang selama ini dikenal tertutup tersebut.



