Inpari 32, Padi Favorit Petani Sumut dengan Produktivitas dan Rasa Unggulan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengungkapkan bahwa varietas padi Inpari 32 menjadi pilihan utama petani di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Juwaini, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, dalam sebuah pernyataan di Medan.

“Salah satu alasannya, Inpari 32 menghasilkan nasi dengan rasa pulen yang disukai mayoritas masyarakat Sumut,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Muhammad Juwaini di Medan, Kamis (20/6/2024).

- Advertisement -

Varietas padi ini tidak hanya dikenal karena kualitas nasinya yang pulen, tetapi juga karena produktivitas yang menjanjikan. Dengan masa tanam yang relatif singkat, sekitar 115 hingga 120 hari setelah penyemaian, Inpari 32 menawarkan peluang keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani.

“Lalu kita katakanlah biaya produksi petani Rp15 juta. Artinya ada keuntungan Rp27 juta untuk petani dari Inpari 32 per hektare,” tutur Juwaini.

Meski demikian, Juwaini menekankan pentingnya perawatan intensif terhadap tanaman. Mulai dari pengairan, pemupukan, pengawasan hama dan penyakit, hingga penggunaan alat panen yang tepat, semuanya harus diperhatikan untuk memastikan hasil panen yang optimal.

- Advertisement -

“Kemudian, saat pemanenan pun perlu menggunakan peralatan yang bagus. Banyak kejadian di mana hasil panen berkurang akibat tidak memanfaatkan alat yang baik,” ujar dia.

Sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2013, varietas padi Inpari 32 semakin populer di kalangan petani. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan varietas ini. Pada tahun 2018, penanaman Inpari 32 mencapai 3,64 persen, meningkat menjadi 5,97 persen pada 2019, dan mencapai 7,47 persen pada 2020.

Inpari, yang merupakan kependekan dari inbrida padi sawah irigasi, telah membuktikan diri sebagai salah satu varietas padi yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Utara dan daerah lainnya di Indonesia.

Juwaini juga mendorong petani di Sumatera Utara untuk terus memperhatikan dan merawat lahan mereka dengan cermat. Dengan upaya yang tepat, padi Inpari 32 tidak hanya memberikan hasil panen yang baik tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Permukiman di Cilacap

JCCNetwork.id- Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Cilacap dalam dua hari terakhir memicu kerusakan di sejumlah wilayah dan berdampak pada belasan kepala keluarga. Peristiwa ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER