JCCNetwork.id- Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, mengekspresikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit dalam pertandingan melawan Qatar U-23. Dalam laga pembuka Grup A Piala Asia U-23 2024, Timnas Indonesia U-23 harus menyerah 0-2 dari Qatar di Jassim bin Hamad Stadium, Senin malam waktu Indonesia.
Meskipun Timnas Indonesia U-23 mampu menguasai sebagian besar pertandingan dengan 57 persen penguasaan bola dan 10 peluang, Qatar tetap berhasil mencetak dua gol. Gol pertama datang melalui tendangan penalti Khalid Ali Sabah pada menit ke-45+1, sementara gol kedua dicetak oleh Ahmed Al-Rawi pada menit 54.
Shin Tae-yong menyatakan bahwa para pemain telah berlatih dengan baik, namun hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Kritikannya lebih ditujukan pada keputusan wasit yang dinilai tidak adil dan merugikan Timnas Indonesia U-23.
“Semua pemain melakukan persiapan sebaik mungkin. Namun, keputusan wasit banyak keputusan yang tidak tepat dibuat selama pertandingan berlangsung,” kata Shin Tae-yong dalam press conference pasca laga, Selasa (16/4/2024).
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Shin Tae-yong menyebut pertandingan tersebut bukanlah sebuah pertandingan sepak bola, melainkan lebih mirip pertunjukan komedi. Ia juga menyoroti keuntungan yang dinikmati Qatar sebagai tuan rumah.
“Jika Anda melihatnya itu bukanlah sebuah pertandingan sepak bola. Ini adalah sebuah pertunjukan komedi itu tidak lebih dari sebuah pertunjukan komedi. Tentu saja, ada yang namanya keuntungan sebagai tuan rumah. Akan tetapi, hari ini terlalu berlebihan.
Pada saat yang sama, Shin Tae-yong enggan memberikan komentar tentang performa Timnas Indonesia U-23 setelah kecewa dengan keputusan wasit. Dia juga menegaskan bahwa pertandingan di level AFC seharusnya lebih baik, dan perlu adanya evaluasi terhadap standar wasit yang diterapkan.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa tentang permainan yang ditampilkan di atas lapangan hari ini. Namun, sepak bola seharusnya tidak dimainkan seperti ini di level AFC,” pungkasnya.
Dalam kekalahan tersebut, Timnas Indonesia U-23 harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta menerima kartu merah. Kartu merah yang diterima Jenner dianggap kontroversial karena tak ada kontak fisik yang terjadi sebelumnya.























