JCCNetwork.id- Faktor figur Presiden Jokowi yang begitu kuat di Jawa Tengah mampu menambah daya dongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran di wilayah yang biasanya disebut sebagai basis massa PDI Perjuangan tersebut. Demikian pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin.
“Saya melihat ada potensi suara PDIP atau Ganjar–Mahfud, bisa diambil oleh Prabowo–Gibran, lalu ditambah faktor Jokowi juga, di situ kemungkinan besar akan terbelah akan terpecah suara basis massa PDIP dan berbalik mendukung Prabowo-Gibran,” kata Ujang dikutip.
Prabowo-Gibran juga dapat meraih suara dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Jawa Tengah. Hal itu diperkuat dengan kehadiran ulama besar NU, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah saat deklarasi Prabowo–Gibran beberapa waktu yang lalu.
“Di Jawa Tengah akan ada perebutan suara ya, bisa jadi pendukung Ganjar–Mahfud atau pendukung PDIP bisa terpecah di sana dan kita tahu juga Habib Luthfi yang terkenal di Jawa Tengah, Pekalongan, dan sekitarnya, juga mendukung Prabowo-Gibran,” tutupnya.













