JCCNetwork.id – Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Rokan Hilir, Riau, ketika seorang pria bernama Joni Iskandar ditemukan tewas akibat dibunuh oleh dua pria bayaran. Motif pembunuhan ini ternyata bermula dari kelakuan korban yang sering meminta minuman keras gratis dan menciptakan kerusuhan di kedai tuak setempat.
Menurut Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto, awalnya korban Joni Iskandar ditemukan tewas di sebuah pondok kebun sawit di Rantau Panjang. Penemuan mengerikan ini dilakukan oleh seorang warga yang tengah memancing pada 21 Agustus lalu. Warga tersebut mencium bau busuk yang berasal dari rumah di dalam perkebunan.
“Korban ditemukan warga yang mancing di kebun sawit pada 21 Agustus lalu. Saat itu korban mencium bau busuk dari rumah di dalam perkebunan,” terang Andrian kepada detikSumut, Senin (11/9/2023).
Warga bernama Adi, yang mendeteksi bau tersebut, kemudian mengintip melalui lubang kunci pintu dan menemukan mayat seorang laki-laki. Dia segera memberitahu warga lain dan pihak kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, ditemukan tanda-tanda pembunuhan pada mayat korban, termasuk luka robek dan sayatan di kening yang diduga kuat akibat penganiayaan.
Setelah menerima hasil autopsi dari dokter, polisi segera mengambil langkah cepat untuk mengungkap pelaku pembunuhan. Penyidik menemukan bahwa pelaku bernama Salman dan istrinya, Nurasia br Ritonga, sebelumnya telah terlibat cekcok dengan korban di Caffe Juntak.
Setelah cekcok, Salman dan Nurasia memutuskan untuk meninggalkan lokasi. Namun, mereka kembali dalam beberapa waktu dan bahkan sempat memeluk salah satu pekerja di Caffe Juntak.
“Dari keterangan tersebut lalu tim melihat ada dugaan SM ini adalah pelakunya. Lalu tim mencari SM dan ditemukan di daerah Batang Cinaku, Indragiri Hilir 5 September lalu,” ucap Andrian.
Kepolisian berhasil mengamankan Salman dan Nurasia di lokasi tersebut. Selama pemeriksaan, Salman mengakui bahwa dia dan rekannya, Ripli Juliadi, bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap Joni Iskandar.
“Saat dinterogasi saudara SM mengakui bahwa memang benar telah melakukan pembunuhan terhadap seorang laki-laki yang bernama Joni Iskandar. Salman melakukan pembunuhan bersama satu orang rekannya berinisial RJ,” ungkap Andrian.
Pada Jumat (8/9/2023), jajaran Satreskrim Polres Rohil berhasil menangkap Ripli di rumahnya di Desa Darussalam, Sinaboi, Rohil, tanpa perlawanan.
“RJ mengakui memang benar telah melakukan pembunuhan korban bersama SM. Tugas RJ adalah sebagai eksekutor,” ujar Andrian.
Selain itu, RJ juga mengungkapkan bahwa dia nekat melakukan pembunuhan setelah menerima pembayaran sejumlah Rp 2 juta dari Nurasia.
“RJ dibayar oleh istri SM yaitu saudari NR senilai Rp 2 juta untuk melakukan pembunuhan tersebut. Motifnya kesal karena korban sering minum tidak bayar, sakit hati sering buat rusuh juga,” ucapan nya.



