JCCNetwork.id– Tragedi Kanjuruhan masih meninggalkan luka yang mendalam di hati banyak orang. Kejadian tragis tersebut menggoreskan bekas yang sulit terlupakan, dan kenangan pahit itu masih membayangi banyak orang. Salah satunya bagi Miftahuddin Ramly, seorang warga Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Midun sapaannya, menunjukkan gambaran itu dengan mengendarai sepedanya menuju Jakarta. Dalam peerjalanan ini ia karena ia memanggul spanduk berisi tulisan “Tetapkan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran berat HAM.”
Dengan mengendarai sepeda pancal dari Malang hingga Jakarta, Midun ingin mengampanyekan keadilan atas tragedi Kanjuruhan. Spanduk hitam yang dipanggulnya bertuliskan “Justice for Kanjuruhan” menjadi simbol perjuangannya.
Namun, tak hanya itu saja, di spanduk itu juga tertulis kalimat menyentuh yang menyerukan agar tragedi Kanjuruhan dianggap sebagai pelanggaran berat HAM. Selain itu, Midun juga menyimpan tulisan khusus yang akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo.
Perjalanan Midun ini tentu tidak mudah, karena ia menghadapi kekhawatiran dari keluarga dan teman-temannya. Mereka khawatir dengan keselamatan Midun, terutama jika ia harus singgah di Surabaya, mengingat rivalitas antarsuporter Persebaya dan Arema FC.
Dengan berani dan penuh semangat, Midun menjelaskan bahwa tema perjalanannya adalah “Ekspedisi Lintas Stadion Jalur Pantura Malang-Jakarta.” Rencananya, perjalanan ini akan berlangsung hingga 17 Agustus 2023, dengan rute dari Stadion Kanjuruhan, singgah di Stadion Gajayana, dan kemudian menuju Gelora Delta Sidoarjo.
“Targetnya tanggal 17 Agustus 2023 sudah sampai Jakarta,” ucap Midun dikutip Sabtu (5/8/2023).
Semoga perjuangan dan misi perdamaian Midun ini dapat menyentuh hati banyak orang dan memberikan pengaruh positif dalam upaya mencari keadilan atas tragedi Kanjuruhan.














