JCCNetwork.id– Eks penggawa Milan, Massimo Ambrosini menyebutkan, kepergian Sandro Tonali menjadi salah satu kesulitan besar yang bakal dituai I Rossoneri sebab gelandang berusia 23 tahun itu menjadi sosok kunci Milan pada tiga musim terakhir.
“Penjualannya mengejutkan bukan hanya karena Milan kehilangan pemain hebat, tapi juga karena mereka kehilangan jiwanya,” ungkap Ambrosini dilansir dari Football Italia.
Sebelumnya Tonali merupakan sosok kunci lini AC Milan di tiga musim terakhir. Ia total telah mengemas 130 penampilan dan menyumbang tujuh gol dan 13 assist untuk Milan. Gelandang 23 tahun ini turut membawa Il Diavolo meraih Scudetto pada 2021/2022.
Namun pemain timnas Italia itu malah diboyong Newcastle United dari AC Milan dengan harga fantastis yaitu 70 juta euro. Tonali diteken kontrak yang berdurasi lima tahun atau hingga 2028 mendatang.
Kepergian Tonali mwmbuat Milan mengambil langkah cepat dengan menjemput dua gelandang Chelsea yaitu Ruben Loftus-Cheek dan Christian Pulisic.
Meski telah berhasil I Rossoneri dilaporkan juga selangkah lagi mendatangkan AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders. Gelandang asal Belanda dikabarkan segera menuntaskan transfer senilai 25 juta euro ke Milan.
Eks penggawa Milan, Massimo Ambrosini berharap para pemain yang sudah beberapa musim bermain di Milan seperti Theo Hernandez, Fikayo Tomori dan Mike Maignan bisa mengambil alih peran Tonali.
“Tonali bisa diganti secara teknis, tapi akan lebih sulit untuk mereproduksi hal spesial yang bisa dia bawa ke lapangan. Mereka yang tersisa, Theo Hernandez, Fikayo Tomori dan Mike Maignan, harus mengambil sepotong hati Tonali dan membawanya ke lapangan,” pungkasnya.









