Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sepanjang 2026. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlanjut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai kepastian harga energi memberikan dampak langsung terhadap kestabilan biaya produksi dan distribusi, sehingga membantu pelaku usaha mempertahankan kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

- Advertisement -

Menurut Nurdin, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penahanan harga BBM subsidi memberikan ruang bagi dunia usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur. Stabilitas harga energi dinilai krusial dalam menjaga efisiensi sektor logistik sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

“Stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga,” ucapnya dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada industri besar, tetapi juga memberikan perlindungan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan harga BBM yang tetap, pelaku UMKM dapat menekan lonjakan biaya operasional dan menjaga keberlangsungan usaha.

- Advertisement -

Selain itu, stabilitas harga energi juga dinilai berperan dalam mengendalikan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Konsumsi domestik yang tetap kuat disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, Nurdin mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan pengawasan distribusi. Ia menilai potensi kebocoran subsidi harus diantisipasi agar tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.

“Subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen perlindungan sosial, bukan untuk disalahgunakan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar manfaatnya benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak. Konsistensi kebijakan serta tata kelola yang baik disebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi ke depan.

Nurdin menegaskan, kepastian harga BBM subsidi pada 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan kondisi yang lebih stabil, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan bertahan menghadapi dinamika ekonomi global.

“Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilien dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Sidang Perdana Kasus Air Keras Aktivis KontraS Digelar 29 April

JCCNetwork.id- Pengadilan Militer II-08 Jakarta menetapkan jadwal sidang perdana perkara penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS),...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER