JCCNetwork.id- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh kru operasional layanan kereta cepat Whoosh dalam kondisi sehat dan siap bertugas selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 30 Maret.
Sebanyak 352 personel dikerahkan untuk mendukung operasional, meliputi masinis, teknisi, petugas Operation Control Center (OCC), hingga kru pelayanan di dalam kereta. Seluruhnya memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan serta keandalan perjalanan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik.
KCIC menerapkan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna memastikan setiap petugas berada dalam kondisi optimal sebelum menjalankan tugas. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari standar keselamatan operasional, terutama saat volume penumpang meningkat signifikan selama periode Lebaran.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi angkutan Lebaran. Pemeriksaan kesehatan berkala dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus meminimalkan potensi risiko selama operasional.
“Pemeriksaan kesehatan rutin ini merupakan bagian dari standar keselamatan yang kami terapkan secara konsisten, khususnya dalam menghadapi peningkatan volume perjalanan pada periode Lebaran,” ujar Eva di Jakarta, Kamis (19/3).
Pemeriksaan dilakukan sekitar satu jam sebelum jadwal dinas, mencakup pengecekan tekanan darah, kondisi fisik, tingkat kebugaran, hingga saturasi oksigen. Untuk masinis, pemeriksaan dilengkapi dengan tes kadar alkohol guna memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
Selain itu, perusahaan juga mengatur pola kerja dan waktu istirahat kru secara ketat, dengan mempertimbangkan kondisi selama bulan Ramadan. Kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh petugas tetap bugar dan mampu menjalankan tugas secara maksimal.
KCIC menegaskan bahwa faktor keselamatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan personel. Oleh karena itu, seluruh kru dipastikan berada dalam kondisi prima, terutama saat menghadapi periode dengan intensitas perjalanan tinggi seperti musim mudik Lebaran.
“Oleh karena itu, kami memastikan kru yang bertugas benar-benar dalam kondisi prima, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” tambah Eva.



