Wakil Bupati Rejang Lebong Ikut Terjaring OTT KPK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. Penangkapan tersebut dilakukan dalam rangkaian operasi penindakan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang didalami lembaga antirasuah itu.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut ikut diamankan dalam operasi yang digelar pada Senin malam hingga Selasa (10/3/2026).

- Advertisement -

“Ya,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi terkait ikut tersangkutnya orang nomor dua di Pemkab Rejang Lebong dalam OTT KPK kemarin di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurut Budi, setelah diamankan oleh tim penyidik, baik bupati maupun wakil bupati langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pemeriksaan itu dilakukan guna mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara yang tengah diselidiki.

Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Dalam rentang waktu tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan sejumlah alat bukti yang relevan.

- Advertisement -

Operasi penindakan ini bermula dari penangkapan terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, yang dilakukan di kediaman pribadinya di Jalan Hibrida, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Saat penangkapan berlangsung, tim penyidik juga langsung melakukan penggeledahan di lokasi.

Dari kegiatan tersebut, penyidik KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik suap atau gratifikasi. Barang bukti yang disita antara lain beberapa unit telepon seluler serta uang tunai yang diduga berasal dari pihak kontraktor.

Setelah proses penangkapan di Bengkulu, rombongan yang terdiri dari para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor KPK. Rombongan Bupati Rejang Lebong tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa pagi.

KPK menyatakan masih terus mendalami konstruksi perkara serta aliran dana yang diduga terkait dengan praktik korupsi tersebut. Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkap secara rinci proyek atau kegiatan apa yang menjadi objek dugaan suap dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Perkembangan lebih lanjut, termasuk penetapan tersangka dan penjelasan detail perkara, akan disampaikan KPK setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan sesuai batas waktu yang diatur dalam hukum acara pidana.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026

JCCNetwork.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER