Islamic Revolutionary Guard Corps Tutup Selat Hormuz, Pengiriman Minyak Anjlok

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan menyerang kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz setelah jalur pelayaran strategis itu diklaim ditutup menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Penasihat senior panglima tertinggi IRGC, Brigjen Ebrahim Jabbari, dalam siaran televisi pemerintah Iran, Senin (2/3/2026), menegaskan bahwa pasukannya tidak akan mengizinkan kapal mana pun melintas.

- Advertisement -

“Selat Hormuz telah ditutup. Kami akan menyerang dan membakar kapal apa pun yang mencoba menyeberang,” kata Jabbari dalam pernyataan yang disiarkan di televisi Pemerintah Iran, Senin (2/3/2026).

Ia juga memperingatkan bahwa infrastruktur pipa minyak dapat menjadi target dan Iran tidak akan membiarkan ekspor energi keluar dari kawasan tersebut.

Ketegangan meningkat sejak akhir pekan setelah serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

- Advertisement -

LSejumlah operator kapal menghentlikan pelayaran di tengah lonjakan premi asuransi dan risiko keamanan.

Data perusahaan intelijen maritim Kpler menunjukkan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz turun drastis.

Pada 27 Februari, sebanyak 15 kapal tanker mengangkut sekitar 21 juta barel minyak.

Angka itu sempat naik menjadi 21,6 juta barel oleh 18 kapal pada Sabtu.

Namun, pada 1 Maret, hanya tiga kapal tanker dengan muatan 2,8 juta barel yang tercatat melintasi selat.

Dengan rata-rata pengiriman harian tahun ini mencapai 19,8 juta barel, volume pada 1 Maret berarti merosot sekitar 86 persen dari rata-rata 2026.

Lebih dari 700 kapal dilaporkan tertahan di kedua sisi selat, termasuk ratusan kapal tanker minyak mentah dan produk olahan yang menunggu kepastian keamanan.

Antrean panjang juga terlihat di wilayah Teluk Persia, Teluk Oman, hingga Laut Arab.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global yang menghubungkan produksi minyak dan gas Timur Tengah ke pasar internasional melalui Teluk Oman dan Samudra Hindia.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia—sekitar 20 juta barel—melewati koridor ini.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), Ahad (1/3/2026), menaikkan status keamanan maritim di kawasan tersebut ke level kritis setelah terjadi sejumlah serangan terhadap kapal komersial di Teluk Oman dan perairan pesisir Uni Emirat Arab.

Meski media Iran menyebut Selat Hormuz telah efektif ditutup, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan penutupan formal jalur pelayaran internasional tersebut.

Namun, sejumlah kapal kontainer dilaporkan memutar haluan dan beberapa perusahaan pelayaran global menghentikan sementara operasinya di rute itu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Selat Hormuz Terancam Konflik, AHY Ingatkan Risiko Kenaikan Harga EnergI

JCCNetwork.id-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas global serta memberikan dampak ekonomi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER