Surveilans Diperketat, Pemerintah Tekan Penularan Campak

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak menyusul masih ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah serta tren kenaikan kasus secara global. Pemerintah menilai penguatan sistem deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah perluasan penularan penyakit yang sangat menular tersebut.

Data nasional menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak. Dari jumlah itu, 11.094 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dengan 69 kematian dilaporkan. Memasuki 2026 hingga Minggu Epidemiologi ke-7, jumlah suspek campak mencapai 8.224 kasus, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat kematian.

- Advertisement -

Dalam periode yang sama, tercatat 21 KLB suspek campak serta 13 KLB yang telah dipastikan melalui uji laboratorium. Kasus tersebut tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi, menandakan penularan masih terjadi di berbagai wilayah dengan karakteristik cakupan imunisasi yang berbeda-beda.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan campak memiliki tingkat penularan yang tinggi sehingga setiap lonjakan kasus harus segera ditangani. Menurutnya, penguatan surveilans menjadi prioritas agar potensi wabah dapat dikendalikan sejak dini.

“Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,” kata Andi, Jumat (27/2).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 terjadi peningkatan signifikan penemuan kasus suspek campak hingga 147 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperketat sistem kewaspadaan dini, termasuk mempercepat investigasi epidemiologi maksimal 24 jam setelah laporan kasus diterima.

“Kami terus memperkuat surveilans campak secara nasional, termasuk penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam setelah penemuan kasus dan pelaporan real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR),” jelasnya.

Selain itu, pelaporan dilakukan secara real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) guna memastikan respons cepat di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyebaran yang lebih luas, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

Situasi global juga menjadi perhatian. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat melaporkan peningkatan kasus campak, sehingga risiko transmisi lintas negara ikut meningkat. Indonesia bahkan menerima notifikasi berdasarkan mekanisme International Health Regulations (IHR) terkait kasus campak pada warga negara asing asal Australia yang sempat berada di Tanah Air. Seluruh pasien dalam laporan tersebut telah dinyatakan sembuh, dan koordinasi antarnegara tetap dilakukan sebagai bagian dari pengawasan bersama.

Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, menilai fluktuasi kasus campak erat kaitannya dengan ketimpangan cakupan imunisasi di tingkat daerah. Meski capaian imunisasi campak-rubella secara nasional telah melampaui target, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan tingkat imunisasi rendah yang rentan memicu KLB.

“Secara nasional capaian imunisasi campak-rubella sudah melampaui target, namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB campak menjadi lebih tinggi,” ujar dr. Mulya.

Ia menekankan pentingnya pemerataan imunisasi hingga ke tingkat desa untuk membentuk kekebalan kelompok secara optimal. Tanpa cakupan yang merata, risiko penularan tetap tinggi, terutama pada kelompok anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Kemenkes memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor guna memastikan respons cepat terhadap setiap temuan kasus. Pemerintah juga mengimbau masyarakat melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala campak seperti demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah.

Dengan penguatan surveilans, percepatan respons KLB, dan peningkatan cakupan imunisasi, pemerintah berharap tren kasus campak dapat ditekan dan potensi wabah besar dapat dihindari.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polri Kerahkan 210 Personel Tangani Karhutla

JCCNetwork.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 210 personel gabungan ke Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Semua Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Kalau Korupsi Pertambangan Disikat Habis #shorts #titipanrakyat
01:36
Video thumbnail
BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Ketergantungan Impor LPG Bisa Ditekan #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Gebrakan BRIN, Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Berpotensi Hemat Impor LPG
09:52
Video thumbnail
Sabu 1,2 Ton di Aceh Terungkap, Polri Bidik Pemodal dan Dalang Jaringan Narkoba #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Bukan Cuma Pengedar, Polri Buru Pemodal dan Pengendali Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh
10:31
Video thumbnail
Uang Dikeluarkan, Tapi Adakah Makanan MBG Yang Terbuang? #shorts #trending #titipanrakyat
00:49
Video thumbnail
Peternak Muda Grogi di Hadapan Mentan Amran, Staf Pertanian Cantik Dipanggil #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Momen Kocak, Peternak Muda Grogi di Depan Mentan Amran, Staf Cantik Ikut Dipanggil
12:05
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo, 155 Juta Semi Pengangguran #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Mahfud MD Ungkap Pengalaman Orang Daerah soal Program MBG
08:25
Video thumbnail
Turun Langsung Temui Nelayan Cilacap, Gibran Dengarkan Masalah di Lapangan #shorts #trending
01:40
Video thumbnail
Momen Gibran Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Pastikan Keluhan Segera Ditangani
03:43
Video thumbnail
Hakim MK Saldi Isra Bongkar Kejanggalan Norma yang Dibatalkan Muncul Lagi
08:33
Video thumbnail
Pakar Bongkar Risiko UU Perampasan Aset Jadi Senjata Serang Lawan Bisnis
09:23
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Petani Sampaikan Keluhan Langsung ke Dirjen Lewat Telepon #shorts
02:01
Video thumbnail
Tak Ada Sekat, Mentan Amran Persilakan Petani Telepon Langsung Dirjen Sampaikan Permintaan
08:33
Video thumbnail
Akses ke DPR Seperti Masuk Penjara #shorts #trending
00:54
Video thumbnail
Dulu Disepelehkan Kini Singkong Dikembangkan BRIN untuk Padamkan Api #shorts #trending
00:52
Video thumbnail
Tak Berdaya karena Koalisi Kuat, DPR Hanya Dekorasi di Parlemen
00:56
Video thumbnail
Tak Disangka Singkong yang Sering Diremehkan Kini Diteliti BRIN untuk Memadamkan Kebakaran
08:29

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER