JCCNetwork.id- Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyampaikan pandangannya terkait aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada yang mengajak Presiden Prabowo Subianto untuk berdebat.
Dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (24/2/2026), Jerry menilai langkah tersebut terindikasi lebih mengarah pada upaya mencari sensasi politik dan menjadi perhatian publik, ketimbang menyampaikan kritik substantif.
“Sebagai mahasiswa, seharusnya fokus pada pembelajaran dan pengembangan diri. Siapa tahu kelak bisa menjadi pemimpin yang berpengaruh bahkan presiden suatu hari nanti. Presiden Prabowo memiliki sejumlah program yang telah memberikan manfaat bagi rakyat, oleh karena itu mahasiswa perlu berpikir dengan cermat dan cerdas dalam menyikapi hal ini,” ujarnya.
Jerry menilai terdapat perbedaan tingkat pengalaman dan cakupan tanggung jawab yang sangat jauh antara seorang mahasiswa dan kepala negara. Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti “semut yang ingin berhadapan dengan gajah”, yang menurutnya tidak sebanding dari sisi kapasitas maupun pengalaman.
Ia menyarankan agar Ketua BEM lebih memprioritaskan penyelesaian studi, termasuk skripsi, serta mempersiapkan diri untuk jenjang pendidikan lanjutan apabila diperlukan, dibandingkan menantang presiden untuk berdebat.
“Memberikan masukan yang konstruktif sangat dianjurkan, namun mengajak debat dengan cara yang demikian terkesan kurang sopan dan tidak sesuai dengan tatakrama yang seharusnya,” kata Jerry.
Selain itu, Jerry juga menyoroti lokasi munculnya aksi tersebut di UGM. Ia mempertanyakan mengapa ajakan debat tersebut tidak muncul dari perguruan tinggi lain seperti Universitas Indonesia atau Institut Teknologi Bandung.
“Mengingat Presiden Jokowi juga berasal dari UGM, muncul pertanyaan apakah ada hubungan tertentu yang membuat pihak terkait merasa berani menantang Presiden Prabowo,” ujarnya.
Pernyataan Jerry tersebut menambah dinamika respons publik atas ajakan debat yang dilontarkan Ketua BEM UGM kepada Presiden Prabowo. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BEM UGM terkait kritik tersebut.



