KAI dan Perumda Paljaya Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Air Limbah, Perkuat Agenda ESG

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (Perumda Paljaya) mengenai penjajakan kerja sama layanan pengelolaan air limbah serta layanan pendukung pada stasiun, aset, dan infrastruktur yang dimiliki serta dikelola KAI. Penandatanganan dilaksanakan di Jakarta Railways Center pada Selasa, 24 Februari 2026.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin dan Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi.

- Advertisement -

Kerja sama ini diarahkan pada penguatan pengelolaan air limbah domestik di lingkungan operasional KAI Group, khususnya wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta dan aset yang berada dalam cakupan layanan sistem perpipaan Paljaya. Inisiatif ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, serta Peraturan Direksi KAI mengenai Pedoman Implementasi ESG.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan di KAI dirancang secara sistematis dan berbasis pengukuran.

“Dengan volume pelanggan yang mencapai 47.405.539 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang 2025, pengelolaan aspek lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional kami. Total emisi KA Jarak Jauh tercatat ±127.315.192 kg CO₂e, yang menunjukkan efisiensi signifikan dibandingkan moda lain. Pengelolaan air limbah di stasiun dan fasilitas pendukung harus memenuhi baku mutu serta terintegrasi dengan sistem yang terstandar agar kualitas lingkungan tetap terjaga,” ujar Bobby.

- Advertisement -

Pada skenario perjalanan setara, emisi KA Jarak Jauh tercatat sekitar tiga kali lebih rendah dibandingkan bus antarkota dan puluhan kali lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. Data tersebut menegaskan karakteristik kereta api sebagai moda transportasi massal berkapasitas besar dengan emisi yang lebih terkendali.

Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi menjelaskan bahwa sistem pengelolaan air limbah di Jakarta dilakukan secara terpusat dan terstandar. Ia menegaskan bahwa bau yang kerap muncul di beberapa waduk, seperti Waduk Setiabudi, bukan berasal dari hasil olahan air limbah, melainkan dari saluran air yang masuk tanpa melalui proses pengolahan.

“Hasil olahan air limbah yang telah memenuhi standar mutu justru membantu menjaga kualitas air di badan air penerima. Waduk berfungsi sebagai pengendali banjir, sementara aerator dioperasikan untuk menjaga kualitas air dan mencegah bau,” jelas Untung.

Paljaya mengoperasikan fasilitas water reclamation di kawasan Sudirman yang mengolah limbah dari berbagai gedung di wilayah Sudirman, Kuningan, Gatot Subroto, SCBD, Senopati, hingga Manggarai. Selain itu, pengolahan lumpur tinja dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Pulo Gebang dan Duri Kosambi.

Berdasarkan Peraturan Daerah, setiap bangunan wajib memiliki instalasi pengolahan air limbah, dan bagi bangunan yang belum terkoneksi jaringan, penyedotan lumpur tinja wajib dilakukan minimal setiap tiga tahun. Hasil pengolahan menghasilkan air yang dikembalikan ke badan air sesuai standar, lumpur yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu seperti pengayaan tanah, serta gas sebagai bagian dari proses biologis.

Untung juga menyampaikan bahwa Paljaya telah mengelola instalasi pengolahan air limbah di MRT Jakarta serta fasilitas sanitasi Transjakarta. Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Zone 1 yang saat ini berjalan memiliki kapasitas pengolahan hingga 240.000 meter kubik per hari dan akan mengintegrasikan pengumpulan limbah dari sejumlah kawasan utama Jakarta.

“Kami siap menjadi mitra KAI dalam memastikan seluruh limbah yang timbul dari aktivitas operasional terkelola sesuai standar mutu dan ketentuan regulasi, sehingga mendukung target sanitasi kota yang lebih baik,” ujar Untung.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak akan melakukan pemetaan teknis dan integrasi sistem guna memastikan pengelolaan air limbah di lingkungan KAI Group berjalan efektif serta memberikan dampak lingkungan yang terukur.

Kerja sama ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 6, Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta memperkuat tata kelola keberlanjutan dalam sektor transportasi nasional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia Amankan Laga Perdana

JCCNetwork.id— Tim nasional basket putri Indonesia mengamankan kemenangan 61-52 atas Thailand pada laga pembuka Grup A Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Aichi International Arena,...

FC Seoul Waspadai Persib

DPRD DKI Dorong Tarif LRT Terjangkau

Samba Bersinar, City Menang Telak

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Samba Bersinar, City Menang Telak

129 Penumpang KM Virgo Masih Dicari

LRT Fase 1B Resmi Beroperasi

KPK Dalami Aliran Uang Kasus ATR/BPN