JCCNetwork.id-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto terkait skema pelunasan utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh.
Hal itu disampaikan Purbaya di Gedung DPR RI, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan hingga kini belum ada keputusan final mengenai mekanisme pembayaran kewajiban proyek tersebut, meskipun terdapat rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara penuh untuk menyelesaikan utang.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyebut persoalan utang proyek Whoosh pada prinsipnya telah selesai dan kini tinggal merumuskan tata laksana teknis pembayarannya.
Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada 9 Februari 2026.
Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah menyusun mekanisme implementasi, bukan lagi memperdebatkan substansi kewajiban finansial proyek tersebut.
Isu pelunasan utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik karena nilainya mencapai sekitar Rp116 triliun.
Besarnya angka tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap ruang fiskal negara dan keberlanjutan proyek strategis nasional.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyusun skema penyelesaian yang hati-hati, terukur, dan tidak mengganggu stabilitas keuangan negara.
Presiden Prabowo sebelumnya telah menginstruksikan jajaran kementerian terkait untuk mengkaji secara mendalam berbagai opsi penyelesaian utang dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada 29 Oktober 2025.
Pemerintah kini melakukan pembahasan lintas kementerian guna memastikan solusi yang diambil tidak hanya menyelesaikan kewajiban finansial, tetapi juga menjamin keberlanjutan operasional proyek kereta cepat sebagai bagian dari agenda pembangunan infrastruktur nasional.



