JCCNetwork.id- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menyatakan institusinya telah membangun 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Pembangunan fasilitas tersebut diklaim sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Sigit saat peresmian 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, Kapolri merinci dari total 1.179 SPPG yang telah dibangun, sebanyak 411 unit sudah beroperasi, 162 unit dalam tahap persiapan operasional, 499 unit masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada Maret 2026, serta 107 unit lainnya baru memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Polri telah memiliki 1.179 SPPG yang terdiri dari 411 SPPG telah beroperasi, 162 SPPG persiapan operasional, 499 SPPG tahap pembangunan dan selesai pada Maret 2026 dan 107 SPPG dalam tahap groundbreaking,” kata Sigit.
Menurut Sigit, apabila seluruh SPPG tersebut telah berfungsi penuh, fasilitas itu diproyeksikan mampu melayani sekitar 2,9 juta penerima manfaat program MBG. Selain itu, keberadaan SPPG juga diperkirakan menyerap hampir 59 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.
Ia menambahkan, dari ratusan unit yang telah berdiri, 33 SPPG berada di wilayah 3T. Polri, kata dia, juga tengah melakukan survei lokasi pembangunan tambahan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di sejumlah provinsi di Papua, seperti Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
“Ini sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pemerataan akses layanan pemenuhan gizi hingga ke daerah-daerah, agar manfaat program MBG dapat dirasakan oleh setiap anak bangsa,” ujar Sigit.
Tak berhenti di angka tersebut, Polri menargetkan pembangunan tambahan 1.500 SPPG sepanjang 2026. Sigit memastikan aspek keamanan dan kelayakan pangan menjadi perhatian utama dalam operasional program tersebut.
Sejauh ini, sebanyak 201 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 unit memiliki Sertifikat Halal, dan 147 unit telah memperoleh Sertifikat Uji Laboratorium Air. Seluruh fasilitas juga dilengkapi perangkat pendukung seperti sistem penyaringan air dan pemanas air, biotank pengelolaan limbah, serta rak dan steamer foodtray berbasis ultraviolet guna menjaga standar kebersihan.
Untuk pengawasan mutu, setiap SPPG menerapkan prinsip food security dan food safety melalui penggunaan alat uji (test kit) sebagai kontrol kualitas bahan pangan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga mengungkapkan pengembangan Farmapol Pusdokkes Polri sebagai produsen perangkat food safety kit. Pada tahap awal, unit tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 400 alat per bulan.
“Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit yang dapat menyediakan 400 unit per bulan pada tahap awal,” jelasnya.
Ke depan, Farmapol diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hingga 33.000 SPPG secara nasional, seiring perluasan program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.



